Senator Riri Imbau Jangan Sembarang Memilih

Senator Riri Imbau Jangan Sembarang Memilih

BERBAGI
Riri Damayanti
Senator Muda Bengkulu Riri Damayanti John Latief S.Psi

RBO, BENGKULU – Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah dimulai. Setiap kandidat telah diperkenankan untuk menyampaikan profilnya, jejak rekamnya, visi misinya, dan gagasan-gagasan politiknya ke hadapan calon-calon pemilih yang akan diberikan pada 17 April 2019 mendatang.

Anggota Komite I DPD RI, Hj Riri Damayanti John Latief S.Psi, mengungkapkan, agar proses demokrasi berlangsung dengan baik dan hasil yang didapat bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bersama, pemilih mesti mencermati secara seksama terhadap seluruh calon senator, legislator, presiden dan wakil presiden yang ikut serta dalam Pemilu 2019 ini.

“Jangan asal pilih. Memang ada begitu banyak calon karena kita memilih calon DPD, Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Makanya kita harus benar-benar selektif,”ungkap Senator Riri Damayanti, kemarin (23/10).

Senator termuda Indonesia ini menjelaskan, pastikan bahwa calon yang dipilih merupakan orang-orang yang sejalan dengan gagasan-gagasan yang dapat mengubah kehidupan rakyat menjadi lebih baik. Meski calon itu berasal dari partai politik, lanjut Senator Riri, tetap pastikan bahwa partai politik yang bersangkutan sejalan dengan gagasan orang yang hendak dipilih.

“Tidak sulit untuk mengecek jejak rekam dan gagasan calon. Apalagi di era digital seperti saat sekarang. Cari pernyataan-pernyataannya di media siber atau media online. Ini bisa jadi pertimbangan agar tidak salah pilih,” terang Riri.

Kemudian, lanjut Riri, calon yang dipilih hendaknya aspiratif atau senantiasa mendengar saran dan masukan. Sebab, kata Senator Riri, hanya mereka yang bersedia mendengar saran dan masukan yang dapat memperjuangkan aspirasi warga masyarakat.

“Mendengar dan merasakan aspirasi rakyat merupakan jalan untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan warga masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena begitu banyak calon, tidak mudah mengenalinya satu per satu. Untuk itu kita bisa mengawalinya dengan yang kita kenal lebih dulu,” urainya.

Disamping itu, Riri menambahkan, pemilih juga harus cerdas menilai calon-calon yang bersedia memberikan pendidikan politik yang baik dengan tidak menjadikan hoaks dan isu SARA sebagai senjata kampanye.

“Jangan jadikan hoaks dan isu SARA sebagai bahan kampanye. Karena itu membahayakan NKRI. Berikan saja alasan yang kuat kenapa sang calon mesti dipilih tanpa menjelek-jelekkan dan memfitnah yang lain. Kalau cara-cara ini kita pakai kita pasti mendapatkan wakil rakyat sesuai harapan,” tandasnya. (idn)