Rencana Besar & Hebat IAIN Jika Transformasi Jadi UIN Bengkulu

Featured Pendidikan

Mohon Dukungan, 2019 Insya Allah Pasti UIN

RBO >> BENGKULU >>  IAIN Bengkulu sudah memiliki rencana hebat dan besar jika kelak jadi Universitas Islam Negeri (UIN) Bengkulu. Impian transformasi dari IAIN menjadi UIN sebentar lagi jadi nyata itu, titik terangpun sudah didapati Rektor IAIN Bengkulu bersama jajarannya untuk percepat alih status.

Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag, MH di hadapan Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah saat seminar nasional ekonomi syariah mengatakan, proposal alih status IAIN Bengkulu jadi UIN sudah berada di tangan Ortala Kemenag. Dan dalam waktu dekat pihak IAIN Bengkulu akan mempresentasikan dihadapan mereka. Kemudian mereka akan turunkan tim ivestigasi dan supervisi ke IAIN Bengkulu.

ADIT/RBO/ Rektor IAIN Bengkulu,
Prof. H. Sirajuddin

 

 

“Insya Allah peluang kita besar di 2019 untuk jadi UIN. Peluang besar itu, pertama adalah pada 2019 telah dicabutnya moratorium Perguruan Tinggi Islam Negeri dibawah Kemenag RI. Itu peluang pertama dan pasti kita jadi prioritas alih status. Kedua, adalah saat ini kita sudah memenuhi syarat untuk UIN. Karena, kita dari jumlah dosen, guru besar dan calon guru besar, fasilitas sudah memenuhi syarat. Dan dari sisi jumlah mahasiswapun kita sudah lebih. Kita sekarang sudah punya 12 ribu mahasiswa,” jelasnya.

Lanjut Rektor, IAIN Bengkulu sekarang inipun sudah rasa UIN. Ada 4 fakultas dan puluhan Program Sutudi, Pascasarjana. Bahkan program S3 (Doktor) dengan puluhan ribu mahasiswa. Kemudian sudah mempersiapkan diri dari jauh hari dengan membuka Prodi umum, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS. Bahkan Program Studi Manajemen Haji dan Umroh yang tak didapati perguruan tinggi lain pun dimiliki IAIN Bengkulu. Belum lagi IAIN sudah menyiapkan gedung Sains Teknologi yang kelak nantinya cikal bakal menjadi Fakultas Sains Tek.

Prof Sirajuddin mengatakan, transformasi alih status IAIN Bengkulu menjadi UIN telah menjadi kebutuhan dan impian daerah, masyarakat Bengkulu. Jika UIN, akan ada tambahan fakultas ilmu pengetahuan yang ilmunya berdasarkan kaidah keislaman. Dan tentu ilmu yang akan dipelajari mahasiswa di fakultas baru tersebut tak sama dengan fakultas-fakultas yang ada di perguruan tinggi di Bengkulu.

Saat ini, bukan hanya mempersiapkan naskah akademik untuk peningkatan status. Rencana besar dan hebat tengah disiapkan IAIN Bengkulu.

“Insya Allah atas ridho dari Allah SWT dan dukungan, jika kelak jadi UIN kami akan ada fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan. Kami akan buat perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu herbal yang dilandasi syariat Islam. Inilah nantinya yang membedakan kami, menjadi ciri khas kami. Dimana memadukan kedua ilmu itu,” terang Rektor.

Ide membuat Fakultas Kedokteran yang memadukan ilmu kedokteran dan pengobatan herbal itu didapati Rektor IAIN Bengkulu ketika berkunjung ke salah satu perguruan tinggi di India beberapa waktu lalu.

“Saat disana (India) saya bawa buah kebiul. Lalu mereka teliti khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit. Disana (India) mereka siapkan lahan 25 Ha untuk tanaman herbal yang diteliti khasiatnya. Ini adalah peluang kita. Kita sebagai daerah tropis berada digaris khatulistiwa, berjuta tanaman hijau kita bisa seperti mereka. Kita bisa. Mampu. Bahkan dapat lebih baik,” kata Rektor.

Rencana besar menghadirkan ilmu pengetahuan umumpun diyakini akan membawa IAIN Bengkulu menjadi pusat peradaban keilmuan. “Bukan itu saja, Fakultas Sains Teknologi, Kamaritiman sesuai daerah kita, Kedokteran, fakultas kedokteran hewan, Psikologi dsb akan ada di UIN kelak,” jelasnya.

Plt. Gubernur: Menag Sudah  Janji dengan Saya & Rektor

Sementara itu, dukungan percepatan peningkatan status IAIN jadi UIN pun dibackup penuh oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA.

“Saya mendukung penuh dan mengambil langkah-langkah strategis agar cepat selesainya peningkatan status ini. Kita terus jalin komunikasi kepada pihak terkait. Menteri Agama, MenPan RB dan pihak lain yang terlibat. Beberapa waktu lalu, saya dan Rektor IAIN Bengkulu bertemu langsung dengan Menteri Agama dan beliau sudah janji ke saya dan Rektor untuk menyetujui IAIN jadi UIN setelah moratorium. Dan saya kira alih status IAIN jadi UIN ini nantinya adalah kado spesial kabinet kerja jilid II Presiden Joko Widodo. Kami pastilah mendukung. Karena, ini untuk kepentingan daerah,” kata Gub.

ADIT/RBO
Plt. Gubernur Bengkulu. Dr. H Rohidin Mersyah

H Rohidin menginginkan kelak jika UIN, harus ada fakultas yang mendukung percepatan pembangunan daerah dan bidang-bidang ilmu yang diminati masyarakat.

“Mendengarkan pidato Rektor tadi saya sangat setuju sekali, akan adanya fakultas-fakultas baru,” ucapnya.

Rohidin mengatakan, secara defacto, Ia telah sepakat menyerahkan aset STQ ke pihak IAIN Bengkulu. Tinggal saja di DPRD provinsi sekarang, yang pembahasan bersama timnya yang tak kunjung selesai-selesai. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *