Membedah Konsep 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri

Membedah Konsep 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri

BERBAGI
Topher/RBO: Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE saat menyampaikan konsef 10 Juta Umat Berdoa untuk negeri

H. Helmi Hasan: Tularkan Energi Positif dari Bengkulu

RBO, BENGKULU – Alhamdulillah. Para pemimpin kita makin dekat dengan Allah. Makin banyak kegiatan dan program untuk membina dan membekali umat untuk hidup sukses di dunia dan akhirat.

H. CHRISTOPHER – Kota Bengkulu

IDE besar ini lahir dari seorang Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE. Pada priode kedua beliau menjabat sebagai walikota. Helmi Hasan yang dikenal relegius ini pada masa pemerintahanya, Kota Bengkulu mengalami kemajuan pesat dari berbagai sisi, utamanya penataan Kota Bengkulu baik sisi infrastruktur dan fasilitas umum serta sisi keagamaan.

H. Helmi Hasan bersama forum RTRW

Priode kedua pemerintahannya pun demikian, H. Helmi Hasan yang berpasangan dengan Dedy Wahyudi, SE, MM lagi-lagi membuat gebrakan yang bagi sebagian orang menganggapnya tidak mungkin dilakukan. Namun bukan Helmi Hasan namanya jika tidak mampu menterjemahkan gebrakannya. “10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri” menjadi realistis dan dapat dilaksanakan serta dengan bahasa-bahasa yang sederhana.

Konsepnya sederhana dan bahkan sangat sederhana sekali jika dipahami dengan baik dan tanpa tendesius tertentu. Sebenarnya selama ini sudah dilaksanakan oleh umat beragama, hanya saja belum gaungkan.

“Konsepnya, 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri ini adalah mengajak umat beragama untuk sama-sama berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing di rumah ibadah masing-masing, untuk umat Islam berdoa di Mesjid sesuai dengan ritual agamanya, Kristen, Hindu, Budha juga demikian, sehingga pada hari yang telah ditentukan tersebut, semua umat beragama sama-sama berdoa untuk negeri agar terhindar dari segala macam bahaya dan bencana,” kata Helmi Hasan saat menjelaskan konsepnya kepada Forum RT / RW sekota Bengkulu di Balaikota dalam suatu pertemuan.

Sebab berdoa adalah memohon kepada sang pencipta untuk kebaikan bersama. “Berdoa adalah memohon kepada sang pencipta untuk kebaikan umat dan kebaikan bersama, dan jika hal ini dilakukan secara serentak, maka mudah-mudahan doa yang disampaikan akan dikabulkan oleh Nya,” jelas dia.

Direncanakan acara “10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri” ini mulai dilaksanakan pada 10 November 2018 dan direncanakan dilaksanakan setiap tahunnya. “Kita yang memulainya dan diharapkan akan menular ke daerah-daerah yang lainnya yang ada di Indonesia, sehingga bukan hanya 10 juta, namun seluruh Indonesia berdoa untuk negeri agar bebas dari bencana,” kata dia.

Sebab jika dilihat dari sejarah bangsa Indonesia, maka peran Bengkulu tak bisa diabaikan, bagaimana peran seorang Fatmawati dan bagaimana pula peran seorang Soekarno, oleh karenanya sebagai generasi penerus wajib untuk terus menjaga semangat yang dimiliki pendahulu kita ini untuk Indonesia.

Topher/RBO: Forum RTRW siap dukung 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri

Jika dikaji secara administrasi kedaerahan memang rencana tersebut sulit terealisasi dan bisa dibilang mustahil terealisasi, dimana jumlah penduduk Bengkulu yang hanya 1.932.875 jiwa mendiami wilayah yang luasnya mencapai 19.919,33 km2 (www.kemendagri.go.id), tidak sampai 2 juta jiwa jumlah penduduk Provinsi Bengkulu dan masih sangat jauh dari 10 juta umat berdoa untuk negeri.

Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Bengkulu yang hanya 359.488 jiwa yang mendiami wilayah seluas 144,52 km2, jelas sangat jauh dari harapan 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri.

Namun bukan jumlah angka yang diharapkan, yang diharapkan adalah energi positif yang dapat dihembuskan dari Bengkulu untuk memotivasi daerah-daerah dan provinsi lainnya di Indonesia untuk ikut berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia ini.

Jika dibandingkan jumlah seluruh penduduk Indonesia yang jumlahnya hampir mencapai 200 juta jiwa, maka 10 juta umat berdoa untuk negeri ini sangatlah sedikit. “Kita berpikirnya jauh kedepan, dan sekaligus promosi Bengkulu, ini adalah peluang yang baik untuk mengakat nama daerah Bengkulu secara umum, makanya kita mulai dengan ide untuk kemajuan bersama,” kata Helmi Hasan.

Acara 10 juta Umat Berdoa Untuk Negeri ini juga direncanakan diikuti dengan rangkaian acara lainnya. Misalnya tanggal 11 Novembernya dilaksanakan karnaval Batik besurek, dan tanggal 12 nya diadakan acara ngopi bareng di pantai panjang. “Acara ini direncanakan semenarik mungkin sehingga kedepannya akan menjadi kelender event di Bengkulu,” jelas Helmi Hasan.

Kepada seluruh masyarakat Bengkulu diharapkan untuk berpartisipasi dengan mempersiapkan diri dengan baik. “Silakan bawa bekal masing-masing, misalnya kantong asoi untuk tempat sendal dan makanan ringan, ini adalah acara kita dan diharapkan dengan kesungguhan kita bedoa akan memberikan semangat dan doa kita dikabulkan Allah SWT,” sampai dia.

Kesiapan Acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri

Putra/RBO: Kadis PU Kota Bengkulu, Syafriandi saat sidak persiapan acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu, Syafriandi bersama timnya memastikan acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri dapat berjalan dengan baik. Jauh jauh hari sudah dipersiapkan dengan matang. “Kami telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya mengunjungi titik rumah ibadah yang akan dilaksanakan acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri, untuk memastikan kesiapanya,” kata dia kepada jurnalis disela-sela inspeksi mendadak yang dilakukan.

Berdasarkan hasil sidak tersebut didapatkan informasi yang sangat mengembirakan, dimana masing-masing pemuka agama menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan doa bersama 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri.

“Kami siap mendukung acara tersebut dan kami telah mengundang jemaat kami untuk ikut berpartisipasi,” kata anggota FKUB perwakilan agama Budha, Mitro di Vihara Budhayana.

Bahkan jemaat kami sangat antusias untuk ikut acara ini. “Ini acara yang sangat baik demi untuk keselamatan bersama, apalagi selama ini sebagai pemeluk agama, selalu berdoa kepada sang pencipta,” ujar dia.

Sementara itu dari Jemaat Gereja Katolik ST.Yohanes melalui Pastur Kepala, Sarwono mengatakan pihaknya telah mempersiapkan jemaat paling tidak 1000an jemaat. “Kami telah mengundang 1000an jemaat gereja untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini, dan kami siapkan berbagai acara pendukung lainnya,” sampai dia.

Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan tenda-tenda dan kursi yang diperuntukkan bagi jemaat yang akan ikut acara ini. “Kita mendukung acara ini, karena sangat baik dan positif untuk kita,” jelas dia.

Sementara itu dari Umat Islam pun juga demikian, setidaknya sudah memperkirakan 10 ribuan jemaah akan turut dalam acara yang akan dipusatkan di Mesjid Akbar Attaqwa. “Kami telah menyampaikan undangan kepada jemaah, dan perkiraan kami 10 ribuan jemaah akan memadati acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri ,” kata Pengurus Mesjid Akbar Attaqwa.

Kesiapan yang dilakukan adalah mempersiapkan tikar dan tenda untuk jemaah. “Acara ini sangat positif ditengah banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia, mudah-mudahan dengan acara 10 Juta Umat Berdoa Untuk Negeri ini dapat membebaskan kita dari semua bencana,” singkat dia.

Disisi lain, Kepala Kesbangpollinmas Kota Bengkulu, Ali Armada mengatakan dari 428 Mesjid yang ada di Kota Bengkulu semuanya sudah disampaikan undanganya. Begitu pula dengan umat agama lain, sudah disampaikan pemberitahuanya. “Kita siap mendukung dan menyukseskan acara tersebut agar berjalan dengan baik,” singkat dia. (hcr)