Market Day Al Azhar Bengkulu Latih Anak Gemar Sedekah

Market Day Al Azhar Bengkulu Latih Anak Gemar Sedekah

BERBAGI
Iwan/RBO: Kegiatan SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu saat Market Day, Rabu (7/11).

RBO, BENGKULU – Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Cabang Jakarta dimana ada SD Islam Al Azhar 51 dan TK Islam Al Azhar 50 di Kota Bengkulu. Sejak hari Selasa (6/11) melaksanakan program kegiatan market day. Dimana dalam kegiatan market day tersebut, anak-anak dilatih untuk gemar sedekah sambil berniaga.

“Kita ada program market day, dan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Lewat market day ini, kami ingin melatih anak-anak untuk gemar sedekah sekaligus belajar berniaga,” kata Kepala SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu, H. Nawawi S.Pd, Rabu (7/11).

Sebelumnya dijelaskan oleh H. Nawawi. Dalam kegiatan market day. Anak-anak diwajibkan membawa produk buatan tangan mereka dirumah untuk dijual disekolah.

“Produk tersebut macam-macam, mulai dari jajanan makanan ringan, minuman dan accesoris. Setiap anak wajib membawa produk buatannya dengan nilai produk tersebut sekitar Rp 20 ribu, dan nanti produk olahan mereka itu akan kita jual di market day. Nanti bisa transaksi mereka menjual maupun membeli produk tersebut di sekolah. Kita untuk transaksi, produk olahan itu dijual paling murah minimal Rp 1000,- dan paling mahal Rp 5000,-. Transaksinya menggunakan uang mainan, dimana sebelum berbelanja di market day dilakukan penukaran uang terlebih dahulu,” jelasnya.

Nanti, uang mainan hasil penjualan produk tersebut akan dikumpulkan dan dijumlahkan menjadi uang sebenarnya. Kemudian uang tersebut akan disedekahkan pada saat amaliah Ramadan untuk anak-anak asuh baik SD maupun TK Al Azhar.

“Jadi selain mengembangkan niaga, tujuan kita melaksanakan market day ini, juga untuk melatih anak agar gemar sedekah. Kegiatan ini sudah kami laksanakan sejak tahun sebelumnya, tahun ini dua hari market day dilaksanakan oleh anak SD dan dua hari dilaksanakan oleh anak TK. Alhamdulillah kegiatan ini antusias diikuti oleh anak-anak maupun para guru dan orang tua murid,” pungkas H. Nawawi. (idn)