Tiga Senjata Caleg Agar Menang Dalam Pertarungan

Tiga Senjata Caleg Agar Menang Dalam Pertarungan

BERBAGI

RBO, SELUMA – Situasi politik jelang pertarungan Pileg (Pemilihan Legislatif) pada bulan April 2019 mendatang sudah mulai terasa. Berbagai jurus jitu untuk mencari perhatian dan dukungan serta target perolehan suara sudah mulai dilakukan. Sementara, berkaca dari tahun politik dan pembelajaran politik di periode-periode sebelumnya di Kabupaten Seluma, masyarakat sudah mulai pintar dan jeli. Oleh karenanya, terhadap para Caleg untuk berhati-hati. Jangan sampai kehabisan peluru dan harus berurusan dengan Rumah Sakit Jiwa usai Pileg dan pertarungan politik mendatang.

Lalu, apa kata masyarakat terhadap banyaknya strategi para caleg? Hampir mayoritas warga mengemukakan pendapatnya. Ada tiga senjata yang harus dipersiapkan para caleg jika ingin menang.

“Caleg harus punya 3 senjata kalau ingin menang. Yakni dikenal dengan tiga D. Harus punya Duit, Dukungan dan Do a,” kata tokoh masyarakat trans Sabandep Desa Kunduran, Kecamatan Seluma Timur, Harjono (70) ditemui radarbengkuluonline.com di kediamannya, Selasa (6/11).

Menurutnya, syarat 3 D tersebut saling menguatkan dan bertautan. Jika salah satunya kurang, caleg terancam gagal.

“Duit bisa menjadi urutan pertama setelah dukungan. Bisa juga urutan kedua setelah dukungan. Begitu juga doa, tak dapat disepelekan. Jika seorang caleg punya ketiga-tiganya Insya Allah menang,” kata Harjono yang pernah menjabat Kades Kunduran dua periode ini.

Senada diungkapkan Wazirman (43), warga Kelurahan Napal, Kecamatan Seluma Kota. Doktrin dan pendidikan politik yang salah selama ini, membuat cost politik di Kabupaten Seluma membesar.

“Duit, dukungan dan doa ini harus ada di setiap caleg. Ada duit gak ada dukungan, juga percuma. Jadi harus sejalan,” kata dia.
Terlebih lanjutnya, dari pengalaman pahit yang diterima masyarakat terhadap kinerja anghota dewan selama ini, masyarakat juga mulai pintar dalam memilih.

“Saat ini juga sudah banyak mulai tertanam di benak masyarakat Seluma. Terutama untuk memilih caleg DPRD tingkat dua, masyarakat tetap akan mengambil uang caleg. Namun untuk urusan pilihan, kembali ke pilihan masing-masing yang menurutnya layak dan ada kedekatan,” kata dia.

Dengan kondisi ini, sementara ini membuat para caleg bingung dan ketar-ketir dalam strategi politiknya yang hanya mengandalkan uang. (0ne)