Polda Geledah Kantor Dinkes Benteng

Polda Geledah Kantor Dinkes Benteng

BERBAGI
AGUS/RBO: Tim Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Tipikor Polda Bengkulu menggeledah Kantor Dinkes Benteng pasca OTT.

Amankan Dokumen Barang Bukti, Tersangka Bakal Bertambah..?

RBO, BENTENG – Tim Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Tipikor Polda Bengkulu, Jumat sore (9/11) melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) di Pusat Perkantoran Renah Semanek.

Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Tipikor Polda Bengkulu AKBP.Andi Arisandi, SIK bersama jajarannya tersebut merupakan buntut tindaklanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap delapan orang oknum PNS di lingkungan Pemkab Benteng yakni Dinkes Benteng.

Dari Operasi Tangkap Tangan tersebut ditetapkan FG selaku bendahara dinas kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai tersangka.

OTT tersebut dilakukan atas laporan adanya dugaan penyalahgunaan dana di lingkungan Dinkes Benteng. Pada pencairan dana tersebut diduga ada pungli pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng.

“Kami dari Subdit Reserse Kriminal Khusus Tipikor Polda Bengkulu melakukan penggeledahan dalam rangka kelanjutan dari OTT yang kita lakukan Rabu kemarin,” tegas Kasubdit Tipikor Polda Bengkulu AKBP.Andi Arisandi,SIK, kemarin.

Dijelaskan dia, dalam penggeledahan tersebut pihaknya mencari Barang Bukti (BB) terkait OTT dan mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting.

“Kami mencari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tersangka, jumlah dokumen yang kami sita nggak bisa kami rinci. Tapi, ada hubungannya dengan tersangka, seperti dokumen perencanaan, dokumen pertanggungjawaban, itu yang kita akan analisa untuk kasus ini,” tegasnya.

 “Banyak item dan jenis dokumen yang kita ambil, kita tidak bisa mengitungnya, yang pastinya berhubungan dengan para tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait apakah nanti bakal ada penambahan tersangka baru nantinya?. Ia menjelaskan, pihaknya masih tengah mengembangkan kasus itu.

“Ini kan bagian dari pengembangan kasus itu, nanti kita up date perkembangannya, tentunya nanti kalau sudah cukup alat bukti tentu  akan kita sampaikan ke publik,” tegasnya.

Ditambahkan, OTT yang dilakukan Polda Bengkulu Rabu (7/11) kemarin berlangsung di gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah di Kecamatan Karang Tinggi sekira pukul 15.30 WIB atau tepatnya dibelakang kantor Bupati Benteng.

Sebelumnya, Subdit Tipikor Polda Bengkulu menerima informasi dugaan korupsi tersebut. Kemudian menindaklanjuti laporan yang diterima menuju lokasi gudang Farmasi tersebut.

Dari hasil penyelidikan observasi didapatkan adanya peningkatan kegiatan pada gudang Farmasi dengan banyaknya kendaraan yang terparkir di TKP, salah satunya kendaraan milik Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Puskesmas Bengkulu Tengah.

Ditambahkannya lagi, bendahara diketahui mencairkan dana yang dikelola oleh Dinas Kesehatan sebesar Rp 3.250.000.000 selanjutnya dana tersebut didistribusikan kepada seluruh penanggung jawab program kegiatan.

Ada 8 yang diamankan yang diduga sebagai penerima dana yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, yaitu SY, LS, LN, SR, MA,ML,YW dan SB.

Berdasarkan keterangan FG sebagian dana merupakan hasil pemotongan 10% dari beberapa program kegiatan yang dikelola. Dari tangannya subdit Tipikor berhasil mengamankan barang bukti sebesar Rp 117.085.992. (ags)