Rani Putri, Honorer Disdikbud Mukomuko Incar Main di Film Layar Lebar

Featured Mukomuko Profil Sosial & Budaya

RBO, MUKOMUKO – Perempuan cantik asal Kelurahan Koto Jaya, Kota Mukomuko, Rani Putri (30) yang saat ini berprofesi sebagai pegawai honor di Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko berharap dapat bermain di Film Layar Lebar Indonesia.

Apa yang ia harapkan itu bukan tanpa dasar. Berkat perjuangan selama ini, beberapa waktu lalu ia sukses mendapat peran di Film Televisi (FTV) Indonesia. Walaupun pada Film berjudul Ketilang Cinta Polwan Cantik yang tayang Kamis (6/12) lalu ia masih bermain sebagai peran pembantu, wanita yang memiliki wajah awet muda ini berharap itu menjadi gerbang baginya untuk sukses didunia akting.

“Itu film pertama. Saya kebagian 19 adegan. Peran saya sebagai Naila. Naila itu perempuan yang memimpin gerombolan Curanmor. Ada berantem-berantemnya dikit dalam peran saya ini,” katanya dihubungi kemarin.

Katanya, memang dalam film pertama ini ia masih mendapat pemeran pembantu. Namun baginya merupakan awal yang baik. Karena baginya “Teruslah memotivasi diri, karena hidup itu bukan Tentang bagai mana kita jatuh, tapi tentang bagai mana kita bangkit” sebut Rani mengeluarkan kata-kata mutiara yang selalu memberi semangat untuk tidak menyerah pada keadaan.

“Semua aktris ataupun aktor berawal dari bawah semua. Dengan jarak yang jauh, saya tinggal dan bekerja di Mukomuko, bisa tembus ke FTV ini saja sudah Alhamdulillah banget. Tapi saya belum mau berhenti,” ujarnya.

Diungkapkannya, langkah selanjutnya, pihak rumah produksi (HP) yang menggarap FTV Ketilang Cinta Polwan Cantik lalu, sudah menawarkan untuk bermain lagi di FTV. Katanya ia tinggal menunggu kepastiannya.

“Kalau dalam waktu dekat ini ada tawaran di FTV lagi. Rumah produksi kemarinlah yang nawarin. Tapi belum jelas peran sebagai apa dan judul filmnya apa. Tapi informasinya masih film gender remaja, tentang percintaan,” bebernya.

Ia berharap banyak tawaran peran mengalir padanya. Bukan soal berapa yang ia dapat, tapi itu kesempatan untuk mengasah kemampuan berakting dan menjalin jaringan.

“Target terbesar saya memang bisa bermain di Layar Lebar. Mudah-mudahan bisa tercapai dan mohon doanya,” pungkasnya.

Terpantau pada Kamis (6/12) lalu tepatnya pukul 10.00 WIB banyak pegawai kantor yang membuka cancel SCTV dimana film Rani sedang diputar. Setelah itu mengalir ucapan selamat dan ucapan di berbagai Sosial Media( Sosmed), pertanda kebanggaan masyarakat Mukomuko terhadap Rani Putri, perempuan asli Mukomuko dapat menembus dunia perfilman nasional. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *