Tiga Siswi SMP 22 Sudah Ditemukan, Ternyata Kabur Gara-Gara Uang Arisan

Tiga Siswi SMP 22 Sudah Ditemukan, Ternyata Kabur Gara-Gara Uang Arisan

BERBAGI
SENO/RBO: Tiga siswi SMP Negeri 22 Mukomuko yang dikabarkan hilang beredar di Media Sosial

RBO, MUKOMUKO – Syukur Alhamdulillah tiga siswi SMPN 22 Mukomuko bernama Reni (13), Lusi (13), dan Fitri (13) yang dikabarkan hilang Rabu lalu sudah ditemukan dengan selamat tanpa terjadi apa-apa.

Ketiganya ditemukan di Kota Bengkulu oleh pamannya bernama Rudi yang merupakan anggota polisi. Ternyata ketiganya kabur dari rumah. Kemarin (14/12) mereka sudah tiba di rumahnya masing-masing di Desa Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh.

Hal ini dibenarkan Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat, S,IK melalui Kapolsek Pondok Suguh, IPDA Dilia Pria Firmawan, STK. Saat dihubungi ia mengatakan. Mereka dibawa pulang oleh pamannya dari Bengkulu Jumat pagi setelah sempat menginap semalam di rumah pamannya tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi Kanit Reskrim Polsek Pondok Suguh, Mereka pergi atas ide dan inisiatif bersama. Kata Kapolsek saat ditanya mereka tidak mengatakan diajak oleh orang lain.

Alasan mereka kabur dari rumah karena uang arisan sebesar Rp 900 ribu yang mereka pegang hilang dan harus mengganti.

Diterangkannya, mereka berangkat ke Kota Bengkulu menggunakan sepeda motor Honda Beat milik Fitri. Rabu pagi sekitar pukul 06.30 Fitri menjemput Reni dan Lusi. Ketiganya berpamitan untuk sekolah, mereka menggunakan seragam olahraga.

Tapi pada hari itu mereka tidak ke sekolah. Mereka pergi ke Desa Lubuk Bento. Didepan pabrik CPO di Desa Lubuk Bento mereka berganti baju dan kemudian berjalan menuju arah Bengkulu.

“Mereka pergi ke Bengkulu bermodal tidak sampai Rp 200 ribu. Keterangan mereka Lusi bawa uang Rp 125 ribu dan Fitri bawa uang Rp 65 ribu, itulah modal mereka,” sampai Kapolsek.

Katanya, awal meninggalkan kampungnya mereka belum tahu mau pergi kemana. Mereka hanya mengarah ke Kota Bengkulu. Mereka sempat istirahat di Putri Hijau untuk makan.

Di Bengkulu mereka keliling kota. Kata mereka mereka sempat mampir Salat di Mesjid Agung At-Taqwa. Sehabis dari situ Mereka keliling lagi sampai dengan Kamis (13/12) malam mereka ditemukan Rudi pamannya sendiri tepatnya di depan Kantor Telkom Simpang Lima.

“Setelah dibujuk mereka mau ikut kerumah pamannya itu. Tadi pagi (kemarin) mereka langsung pulang. Kalau dari keterangan mereka, mereka kabur atas inisiatif sendiri. Bukan atas dasar ajakan orang lain,” pungkas Kapolsek. (sam)