/Mereka Sepakat Bagi-Bagi Tanah

Mereka Sepakat Bagi-Bagi Tanah

Mengenal Marga VII Pucukan Bengkulu Selatan (7)

MARGA VII Putjukan (Pucukan-red) merupakan salah satu marga yang ada di Bengkulu Selatan. Marga ini terbentuk sejak zaman tempo dulu. Mengapa daerah ini dinamakan Marga VII Pucukan? Baca terus laporan bagian ketujuh wartawan radarbengkuluonline.com berikut ini.

AZMALIAR ZAROS – Manna, Bengkulu Selatan

PERMINTAAN itu pun akhirnya diterima dan disetujui oleh kedua belah pihak dengan rasa kebersamaan. Karena, permintannya juga tidak memberatkan. Lagi pula, mereka memang butuh semua. Mereka merasa senang.

Setelah timbul kata sepakat, lalu mereka membagi tanah itu kepada keenam puyang yang hadir tersebut. Masing-masing puyang dapat jatah tanah untuk menetap di dusun itu.

Puyang Ambur Wani anak Semidang dapat tanah di Karang Lebak, yaitu di seberang Padang Niur lokasinya sekarang ini. Untuk Puyang Singo Rugung dan Puyang Kebal anak Lubuk Umbai dapat tanah di Tanjung Menang, dekat Duayu.

Sementara itu, anak cucu Puyang Idara Sakti, anak pencalang dapat tanah di dekat Batu Lambang, Batu Kuning, dan Pagar Bumi. Puyang Warang (Djarakan) dapat pembagian tanah di Tambangan, dekat taman.

Untuk Puyang Alim Poro, dia dapat tanah di Talang Tengah, lalu di Panggar Bumi. Kalau Puyang Minak Singo Pati, dia dapat jatah tanah di Melao.

Sedangkan Puyang Minak Bolo-Bolo, dia dapat jatah tanah di dekat Gunung Sakti. Ketiga Puyang ini semua, adalah anak Tjirebon.

Adapun Puyang Raden Pakuan dan Raden Kuning, dia dapat jatah tanah di Jeranglah dan Kembang Ayun sekarang ini. Sedangkan Puyang Ketunggalan (Sakti), dia bebas memilih dimana yang dia sukai, karena dia yang memiliki semua tanah itu selama ini.

Setelah tanah itu dibagi dan ditempati oleh mereka semua, mereka merawatnya dengan baik, maka Puyang Sakti itu lenyap (gaib). Ia pergi entah kemana. Tidak tau rimbanya lagi.
Kemuduain, dusun yang menjadi tempat tinggalnya itu jadi keramat.

Sedangkan bapaknya Maharaja Lilo Panjang Rambut (Bejubai) lenyap pula dekat Rimbo Genting. Kemudian tempat itu juga menjadi keramat Rimbo Genting. Kemudian Kepala Marga, Puyang Ketunggalan digantikan anaknya dengan anak Puyang Sakti yang bernama Malikin.(bersambung)