Penikmat Kopi Seduh Premium Bengkulu Meningkat

Daerah Desa Ekonomi & Bisnis Featured Pariwisata Pemda Provinsi Pertanian Sosial & Budaya
Hery Supandi: Masyarakat Menyukai Kopi Lokal Berkualitas
RBO, BENGKULU – Masyarakat yang menjadi penikmat kopi kualitas premium di Provinsi Bengkulu secara perlahan mulai mengalami peningkatan. Ini disampaikan salah satu pengusaha kedai kopi Neron Coffe, Hery Supandi. Menurutnya, peningkatan konsumsi kopi berdasarkan hasil penjualan kopi seduh yang disediakan kedainya.
“Peningkatan bisa dikatakan cukup tinggi. Karena seperti usaha saya ini dalam sehari bisa menghabiskan kopi kualitas premium 5 hingga 10 Kg untuk kopi seduh. Tentu saja ini menunjukan jika masyarakat Bengkulu mulai menyukai kopi lokal dengan kualitas premium,” ungkap Heri kepada radarbengkuluonline.com Rabu (2/1).
Lanjut Hery, masyarakat penikmat kopi yang datang ke kedai miliknya, menyukai penyeduan kopi dengan menggunakan filter. Sehingga kopi seduh tersebut tidak memiliki ampas.
“Adapun kopi kualitas premium yang kita sediakan, bijinya berasal dari Tanah Hitam Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, dan Rejang Lebong,” terang Heri.
Ia menambahkan, sejauh ini ketiga Kabupaten itulah yang petaninya sudah bisa diajak kerjasama. Terutama dalam tata cara pemetikan. Karena kopi kualitas premium bisa dihasilkan mulai dari pemanenan, pengeringan, dan cara seduh.
“Saya memilih menjual kopi terbaik, lantaran kalau jual kopi asalan pasti kalah bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Senada juga disampaikan pengusaha Rumah Sangrai Ikola Koffie, Ahmad Zuhri, mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya memang terjadi peningkatan penikmat kopi kualitas premium ditingkat lokal.
Namun jika dibandingkan dengan hasil penjualan kopi kualitas biasa, masih banyak penikmat kopi kualitas biasa di Bengkulu ini. Alasannya, karena yang kualitas premium harganya mahal.
“Kalau kita lebih banyak penjualan kopi kualitas premium ke luar daerah. Karena peminatnya memang cukup tinggi. Dalam sebulan saja, kita bisa menjual bubuk kopi kemasan yang memiliki kualitas premium bisa mencapai 20 Kg dalam satu bulan. Sementara kopi sedu yang kita jual di tingkat lokal masih dibawah itu, walaupun kualitasnya premium,” demikian Zuhri. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *