Hakman Novi: Oke Kembalikan Lapangan Merdeka, Tapi Tower Pemantau Tsunami Tetap Harus Ada

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Pariwisata Pemda Provinsi Politik Sosial & Budaya
Ir. Hakman Novi
RBO, BENGKULU – Ketua Ikatan Keluarga Penerus Pejuang Bengkulu (IKPP),  Ir. Hakman Novi setuju jika kawasan View Tower tersebut dikembalikan menjadi Lapangan Merdeka seperti saat sebelum dibangun tugu View Tower dulu.
“Oke kalau itu mau dikembalikan jadi lapangan merdeka. Kita setuju, tapi tower untuk pemantau tsunami tetap harus ada. Kalaupun memang tugu View Tower yang ada sekarang mau dirobohkan nanti tetap harus dibangun kembali ditempat lainnya,” ungkap Hakman Novi saat ditemui radarbengkuluonline.com, dirumahnya, pagi Senin (7/1).
Sebelumnya dijelaskan oleh Hakman Novi, awal dibangunnya tugu View Tower pada zaman kepemimpinan Gubernur Agusrin dahulu, ada beberapa tujuan dan atas dibangunnya tower tersebut.
“Dulu dibangunnya View Tower itu, multifungsi tujuannya. Pertama sebagai pemantau tsunami. Kedua, untuk lokasi pariwisata. Karena masyarakat bisa melihat objek wisata pantai, dan Benteng Marlborought dari atas tower,” jelasnya.
Jika Gubernur Agusrin dulu masih berlanjut, maka tujuan awal berdirinya View Tower ini tentu akan berjalan. Akan tetapi karena terjadi pergantian kepala daerah, hingga akhirnya tujuan awal keberadaan View Tower tidak berjalan.
“Kalau mau dikembalikan jadi Lapangan Merdeka, saya secara pribadi sangat setuju. Tapi yang namanya lapangan itu harus dipahami. Artinya, disana tetap harus ada lapangan. Kalaupun dibangun taman bermain anak atau ada para pedagang, mereka tetap harus ada lapangannya. Jangan sampai jika itu disebut kebun kopi, tapi kopinya gak ada. Kalau itu disebut lapangan Merdeka, jelas lapangannya harus ada,” terangnya.
Selain itu, tower pemantau musibah bencana seperti tsunami,tetap harus ada. Karena Bengkulu sebagai salah satu daerah kawasan yang terletak dipinggir pantai dari ujung Mukomuko sampai ke Linau, sudah selayaknya memiliki tower pemantau tsunami.
“Saya sudah berkeliling ke Eropa, Australia bahkan Amerika, rata-rata mereka semua yang berada di daerah pinggir laut atau pantai ada tower pemantau tsunaminya. Jadi saat air laut surut nanti bisa terpantau dari tower. Jangan sampai nanti saat musibah itu terjadi kita tidak memiliki tower tersebut. Nanti bisa-bisa kepala daerahnya yang disalahkan. Jadi saran saya sebaiknya tower itu dipindahkan. Kalau bicara akan terjadi kerugian daerah karena berapa miliar uang yang sudah digunakan untuk membangun Tower itu dulunya, nanti kan ada tim yang melakukan evaluasi dan membahasnya,” pungkasnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *