Diduga Gara-gara Anjing, Siswi Dirujuk ke Rumah Sakit di Padang

Featured Hukum & Kriminal Mukomuko Peristiwa Sosial & Budaya
Anjing Berkeliaran Picu Lakalantas 
RBO, MUKOMUKO – Diduga anjing yang berkeliaran di jalan Danau Nibung, Kelurahan Bandaratu Kota Mukomuko menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, Rabu (9/1) di lokasi tersebut. Kecelakaan ini melibatkan salah satu pelajar berinisial BA (16) warga Kecamatan Air Manjuto dan Widodo (52), warga Desa Manjunto Jaya, Kecamatan Air Manjuto yang juga PNS Pemkab Mukomuko.
Menurut keterangan saksi mata, Ruhin (29), peristiwa ini bermula ada seekor anjing melintas di ruas Jl. Danau Nibung, Kelurahan Bandaratu Kota Mukomuko yang berjarak sekitar 300 meter dari Balai Daerah Kabupaten Mukomuko.
BA yang mengendarai sepeda motor Honda Blade Nopol BD 2258 NV melaju dari SP 6 Air Manjunto menuju Kota Mukomuko menabrak anjing yang berkeliaran tersebut. BA langsung terhempas ke aspal. Sedangkan motor yang BA kendarai terpental sampai kedalam siring.
Di belakang BA juga melaju Widodo dari arah yang sama. Kaget melihat motor didepannya jatuh, ia berusaha menghindari agar tidak menabrak dengan membanting setir kearah kanan. Nahasnya Widodo hilang kendali dan Mobil LGX Nopol BD 1138 LN nyungsep ke siring dan berhenti sesaat menabrak gorong-gorong rumah milik Hartono.
Akibat kejadian ini, kedua korban dilarikan ke RSUD Mukomuko dan BA dikabarkan dirujuk ke rumah sakit di Padang lantaran mengalami patah tulang belakang dan luka dibagian selangkangan.
Sedangkan Widodo mengalami luka robek dibagian kening dan terkilir tangan kanan.
“Melihat korban BA sudah meringis kesakitan tergeletak di jalan, warga langsung membopongnya ke Dokter Osar, tidak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian BA dibawa ke RSUD,” ujar Ruhin.
Hartono (36), warga setempat mengatakan, ia dikejutkan dengan bunyi dentuman dari luar rumah dan ada suara anak menangis.
‘’Saya langsung lari keluar rumah untuk melihat keadaan. Ternyata mobil sudah terbalik di siring depan rumahnya dan menabrak pagar dan gorong-gorong rumahnya.
Katanya, ia melihat sopir mobil (Widodo) sudah bersimbah darah. Ia memanggil sang sopir sembari mencari sumber suara tangisan anak yang ia dengar.
“Kejadian ini pas saya mau mandi. Saya langsung keluar karena dengar bunyi dentuman. Saya pikir ada anak dalam mobil karena ada suara tangisan. Gak tahunya anak pengendara lain yang lewat. Saya ajak sopir mobil itu bicara supaya dia tidak pingsan. Keningnya luka. Darah sudah banyak yang keluar. Saya tidak bisa mengeluarkan sopir yang kesakitan itu sendiri, saya panggil warga lain dan saya berhentikan pengendara, barulah kami keluarkan Bapak itu dari mobilnya yang sudah dalam keadaan miring,” bebernya.
Peristiwa ini dibenarkan Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat yang disampaikan Kasat Lantas, AKP Dedi Kusuma, SH saat dihubungi radarbengkuluonline,com kemarin.
Menurutnya, akibat kecelakaan ini satu korban (BA) mengalami luka berat.
“Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta dari kerusakan mobil dan sepeda motor,” ujar Dedi. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *