Digerebek Satpol-PP, Belasan Siswa Bolos Kocar-Kacir

Digerebek Satpol-PP, Belasan Siswa Bolos Kocar-Kacir

BERBAGI
SENO/RBO: Siswa yang bolos dan diamankan Satpol, PP

Sembilan Pasang Sepatu Diamankan

RBO, MUKOMUKO – Belasan siswa SMKN 01 Mukomuko kocar-kacir setelah digerebek personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Belasan siswa ini sedang asyik nongkrong di warung-warung tidak jauh dari dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko saat jam masuk sekolah.

Melihat personel datang ke lokasi nongkrong, para siswa langsung kabur ke arah semak-semak di belakang bangunan warung. Satpol-PP mendapati beberapa sepeda motor dan sembilan pasang sepatu. Kuat dugaan motor dan sepatu itu milik siswa yang kabur tersebut.

“Motor tidak kami apa-apakan. Namun sepatu kami serahkan kepada guru SMKN 01,” kata Kabid Ketertiban Umum (Katibum) Suryanto kemarin (10/1) dilokasi penertiban sekitar pukul 10.00 WIB.

Personel Satpol-PP sempat melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu siswa. Siswa ini diberikan pengarahan dan diserahkan kepada pihak sekolah.

“Sudah dua hari ini kami melakukan patroli untuk menertibkan pelajar. Sasarannya tempat wisata dan tempat lain yang kerap dijadikan lokasi nongkrong. Pelajar yang kedapatan bolos kita berikan arahan dan langsung diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing,” ujarnya.

Siswa yang berhasil diamankan mengaku sekadar izin makan karena kantin disekolah sudah tutup.

Sekolah Belum Berpagar Permanen

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 01 Mukomuko, Yanuardi, SH mengakui siswa yang diamankan Satpol-PP adalah siswa SMKN 01 Mukomuko. Ia berterimakasih kepada Satpol-PP yang telah membantu mendorong kedisiplinan siswa di sekolahnya.

Katanya, pihak sekolah akan memberikan sanksi kepada siswa tersebut sesuai dengan peraturan sekolah.

“Tentu kami akan memberikan pembinaan dan sanksi kepada siswa yang bolos ini. Sanksinya itu rambutnya dicukur,” ujarnya.

Ditanya soal fasilitas pengamanan sekolah dalam hal ini pagar, ia mengungkapkan sekolah tersebut belum memiliki pagar permanen. Dengan tidak adanya pagar ini pihak guru kewalahan mengawasi keluar masuk siswa-siswi di sekolah dengan lahan seluas 2 hektar ini.

“Tidak adanya pagar ini menurut kami menjadi penyebab siswa kami sering bolos sekolah. Kalau kami (guru) harus mengawasi susah juga, kami harus masuk kelas. Kami sangat berharap kepada Pemerintah untuk membangun pagar sekolah ini,” harapnya. (sam)