Patung Kuda Pindah, Diganti Patung Fatmawati

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Kota Bengkulu Pemda Provinsi Politik Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Ini ide dan program brlian. Patung Fatmawati akan dibangun di Simpang Lima Kota Bengkulu. Sekaligus menggeser patung kuda yang dibangun Walikota Chalik Efendi ke tempat lain.

Semula Pemprov akan membangun patung Fatmawati di kawasan Bandara Fatmawati Bengkulu, namun itu dibatalkan. Pasalnya, ada beberapa pertimbangan diantaranya Pemda Provinsi Bengkulu berkeinginan membangun dekat dengan kediaman Fatmawati yang saat ini menjadi Bank BNI Jalan S Parman Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Gubernur Bengkulu DR H Rohidin Mersyah menegaskan, sosok Fatmawati merupakan kebanggaan masyarakat Bengkulu, dan bukti bahwa Bengkulu memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia.

“Di Dunia Ini tidak ada ibu Negara yang menjahit Bendera, cuma Ibu Fatmawati satu-satunya,” ujar Rohidin dalam pertemuan di bersama Keluarga Fatmawati kemarin Kamis (10/1).

Pembangunan ini telah direncanakan oleh Gubernur Bengkulu sejak tahun lalu. Sebelumnya, direncanakan akan dibangun di Pintu Bandara Fatmawati Soekarno, namun seiring jalan atas kesepakatan keluarga Fatmawati Soekarno. Monumen akan didirikan di Kawasan Simpang Lima yang merupakan pusat perkotaan Bengkulu.

“Sebelumnya Patung Kuda yang saat ini berdiri akan dipindahkan, baru nanti Monumen Fatmawati sedang menjahit Bendera akan berdiri disana,” kata Gubernur.

Ditambahkan oleh Rohidin, target dalam perkerjaan pembangunan tersebut yang akan diresmikan pada bulan Agustus mendatang. Nantinya direncanakan dihadiri oleh Presiden RI Jokowidodo dan Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri.

“Nanti ditargetkan pada bulan Agustus mendatang, akan dihadiri oleh Presiden Jokowidodo dan Megawati yang menjahit bendera juga,” tambah Rohidin.

Keluarga Fatmawati Setuju

Ketua Yayasan Fatmawati Maulana Singadikane menjelaskan kelima anak Soekarno Fatmawati telah menyepakati pembangunan Monumen Ibu Fatmawati di Bengkulu dibangun di pusat kota Bengkulu, yaitu Simpang Lima.

“Guntur, Megawati, Sukmawati, Rachmawati, dan Guruh, semuanya telah setuju pembangunan monumen ini,” ungkap Maulana.

Beberapa pertimbangan, monumen didirikan di pusat kota antaranya, simpang lima daerah strategis aktivitas masyarakat, rumah ibu Fat terletak di daerah tersebut, simpang lima perwujudan pancasila, dan lokasi rumah orang tua Fatmawati (Hasan Din) terletak disana (yang sekarang BNI 46).

“Simpang Lima menjadi pilihan lokasi pendirian Monumen, nilai historis masa lalu menjadi pertimbangannya,” ungkapnya.

Disamping itu, Wakil Walikota, Dedy Wahyudi mengatakan monumen ini menjadi trigger mendapatkan perhatian pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur untuk Bengkulu.

“Berdirinya monumen Fatmawati merupakan momentum berharga mengetuk perhatian pemerintah pusat kepada Bengkulu, khususnya untuk pelebaran jalan di sepanjang Bandara hingga titik Nol Kota
Bengkulu, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” tutup Dedy. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *