Bang Ken Dukung Penuh Rencana Pemprov Bangun Monumen Fatmawati

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Kota Bengkulu Pariwisata Pemda Provinsi Politik Sosial & Budaya
IST/RBO: Miniatur Patung Fatmawati-Soekarno sedang menjahit bendera koleksi H. Ahmad Kanedi

Sejalan Dengan Rencana Pendahulu

RBO, BENGKULU – Senator Anggota DPD RI dari Dapil Bengkulu, H. Ahmad Kanedi SH, MH atau yang akrab disapa Bang Ken menyampaikan dukungannya atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang akan membangun monumen Ibu Fatmawati di pusat Kota Bengkulu. Tepatnya di Simpang Lima.
“Rencana pembangunan Patung Ibu Fatmawati tersebut, sejalan dengan rencana kepemimpinan mantan Walikota Bengkulu, Chalik Effendi, dan Wakil Walikota-nya saat itu saya sendiri. Untuk membangun monumen Ibu Fatmawati yang didampingi Bung Karno, sedang menjahit Bendera pusaka Merah Putih, sebagai upaya mengangkat harkat dan martabat pahlawan nasional di Bengkulu, khususnya Ibu Fatmawati,” ungkap Bang Ken, kepada radarbengkuluonline.com, Jumat (11/1).
Menurut Bang Ken, rencana awal ketika itu bukan hanya monumen merah putih saja. Tetapi juga momunen kuda yang diartikan semangat atau spirit of  Bengkulu. Tetapi untuk rencana monumen kebangsaan sebagai wujud menjadikan Bengkulu Jaringan Kota Pusaka Indonesia-JKPI, yang akan terpajang patung Ibu Fatmawati, diakuinya, belum bisa terwujud, karena keterbatasan anggaran.
Dijelaskan, rencana awal monumen kuda yang dibangun di depan bangunan hotel, yang diambil namanya dari Gubernur Inggris memimpin tempo dulu di Bengkulu bernama Raffles, dengan menghadap ke laut Samudera Hindia dan dibawahnya akan ada air mancur sebagai upaya daya tarik wisata ketika itu, akhirnya dialihkan dengan dibangun di Simpang Lima Kota Bengkulu.
“Jika memang monumen Ibu Fat yang telah mendapatkan persetujuan keluarga Ibu Fatmawati tersebut ingin diwujudkan Pemprov bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dilokasi tersebut, sangat mendukung. Mengingat langkah itu juga bisa menjadikan daya tarik sekaligus ciri khas Bengkulu sebagai kota pusaka sejarah,” jelasnya.
Lebih jauh ditambahkan mantan Walikota Bengkulu sekaligus saat ini menjabat sebagai salah satu Senator dari Bengkulu, wujud dukungannya terhadap rencana monumen Ibu Fat tersebut akan membuat surat resmi kepada Gubernur, serta sekaligus mengusulkan untuk pemindahan monumen kuda yang sekarang terpajang di Simpang Lima dialihkan ke Pantai Panjang. Tepatnya di depan hotel Raffles City.
Apalagi dulunya monumen Kuda diletakan di Simpang Lima itu juga bersifat sementara, dan bangunannya sendiri bisa dicabut rangkanya, tanpa harus merusak.
“Saya akan usulkannya untuk peletakan monumen kuda itu di pantai nantinya. Bisa diberikan hiasan air mancur menyerupai air mancur Singa di Negara Singapura,” tukasnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *