Pemprov Diminta Serius Siapkan Alat Deteksi Bencana

Pemprov Diminta Serius Siapkan Alat Deteksi Bencana

BERBAGI
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, Susi Marleny Bachsin, SE, MM
RBO, BENGKULU – Anggota Komisi IV DPR RI, Susi Marleny Bachsin SE, MM meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu agar serius untuk menyiapkan berbagai peralatan penting yang dibutuhkan untuk deteksi dini bencana.
“Kita ingin detektor itu selalu siap sebagai antisipasi supaya jangan jatuh korban begitu besar jika terjadi gempa dan tsunami, meskipun kita tentu berharap bencana tidak terjadi,” ungkap Susi Bachsin kepada radarbengkuluonline.com, kemarin (13/1).
Bengkulu menjadi daerah yang sangat memerlukan alat deteksi dini gempa dan tsunami, mengingat topografi daerah ini yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Daerah yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera ini bahkan terbentang memanjang sekira 525 kilometer di sisi utara berbatasan dengan Sumatera Barat dan sisi selatannya berbatasan dengan Provinsi Lampung.
“Kebutuhan akan pendeteksi dini itu menjadi kian mendesak oleh sebab Indonesia sejak beberapa bulan belakang terus ditimpa bencana,” terang Susi.
Provinsi tetangga Bengkulu, Lampung  baru saja tertimpa musibah. Sebagian daerah tersebut disapu tsunami, dan saat ini Gunung Anak Krakatau semakin aktif. Terakhir terjadi gempa beruntun di sana.
Sudah seharusnya Bengkulu yang merupakan daerah tetangganya juga harus siap dengan pencegahan dini soal kebencanaan.
Apalagi, daerah yang identik dengan Bunga Rafflesia ini juga merupakan wilayah rawan gempa. Baru-baru ini, pada akhir Desember 2018 lalu Bengkulu diguncang 5,7 Skala Richter.
Pemda menurut Susi, juga perlu meningkatkan literasi masyarakat tentang kebencanaan, serta menyiapkan titik-titik evakuasi. Sehingga ketika terjadi gempa atau tsunami tidak terjadi kepanikan berlebih. Hal ini tentu juga akan lebih memudahkan saat mengevaluasi masyarakat ke tempat aman.
“Harapan kita jangan terjadi musibah bencana tersebut. Akan tetapi seandainya pun itu terjadi, kita sudah siap menghadapinya jika alat deteksi bencana tersebut sudah ada,” pungkasnya. (idn)