Produksi Kerajinan Rotan Hanya Berdasarkan Pesanan

Produksi Kerajinan Rotan Hanya Berdasarkan Pesanan

BERBAGI
AGUS/RBO: Pengrajin industri rotan di Desa Taba Pasma, Bengkulu Tengah

RBO, BENTENG – Produk lokal hasil industri rumah tangga yang bisa menjadi perhatian Pemkab Benteng melalui dinas terkait adalah industri rotan. Sejumlah pengrajin rotan yang berada di kawasan pemukiman Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, saat ini mengalami kesulitan berkenaan dengan akses pemasaran hasil produksi.

Gimanto, salah seorang pengrajin mengaku, saat ini ia tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, hanya saja saat produksi tidak dapat dilakukan setiap hari karena pemintaan berkurang akibat akses pemasaran yang terbatas. Untuk produksi, dilakukan jika ada permintaan dari langganan.

Untuk pesanan jenis kursi dan meja rotan lanjut Gimanto, terkadang akan ada saat jelang akhir tahun atau saat momen hari raya. sehingga, untuk produksi kursi lengkap satu set baru produksi jika ada pesanan yang sudah sepakat harganya.

“Modalnya besar untuk produksi kursi, makanya tidak ada produksi kalau tidak ada pesanan. Kalau mau buat sendiri butuh modal besar dan belum jelas juga pemasarannya kemana,” bebernya.

Dijelaskannya, jika ada pihak atau pemerintah mau membantu memperluas pemasaran produknya itu tentunya akan lebih banyak kursi yang terjual.

Jika keuntungan dari pembuatan kursi dan meja rotannya terjual banyak, tentu akan bisa menambah modal untuk membuat lebih banyak kursi, serta kemudian akan bisa berdampak pada pembukaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Karena selama ini terkendala modal dan bingung pemasarannya, makanya hanya mampu menjualnya dengan dipajang didepan rumah,” tambahnya.

Dibagian lain, skill (keahlian) dan ide kreatifnya membuat kursi sofa dan meja dari bahan baku anyaman rotan yang dilakoni Gimanto saat ini didapat dari pengalamannya pernah ikut bekerja pada industri pengolahan rotan puluhan tahun yang lalu, sehingga dari skillnya tersebut, ia berinisiatif untuk membuka usaha yang sama hingga sekarang. (ags)