AJBP Aksi Solidaritas,  Kecam Remisi Pembunuh Wartawan

Featured Hukum & Kriminal Kota Bengkulu Pemda Provinsi Peristiwa Sosial & Budaya
RBO, BENGKULU – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Bengkulu Peduli (AJBP) Sabtu, (26/1) bakal menggelar aksi solidaritas tabur bunga di laut.
Aksi AJBP yang akan dilakukan para jurnalis dari berbagai media ini sebagai bentuk kecaman terhadap remisi yang diberikan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada I Nyoman Susrama yang merupakan otak pembunuhan berencana wartawan Radar Bali, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa.
Koordinator AJBP, Firmansyah, S.Sos mengatakan, aksi yang bakal digelar pihaknya Sabtu (26/1), merupakan bentuk kecaman dan kekecewaan atas keputusan Presiden RI yang memberikan remisi pada otak pembunuhan rekan sesama jurnalis yang bekerja di Radar Bali.
“Dalam aksi nanti kami menggelar tabur bunga di laut, tepatnya di kawasan Tapak Paderi,” ungkap Firman kepada jurnalis, Jumat (25/1).
Menurutnya, aksi itu sebagai bentuk protes terkait kebijakan Presiden dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara pada I Nyoman Susrama, yang merupakan otak pembunuhan berencana pada Prabangsa.
“Kami menilai kebijakan itu menciderai kebebasan pers,” sesal Firman.
Apalagi, lanjut Firman, pembunuhan itu berdasarkan fakta persidangan terkait pemberitaan dugaan korupsi yang dibuat Prabangsa.
“Kami tetap tidak bisa menerima kebijakan itu, walaupun Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly telah menegaskan bahwa pemberian remisi sudah dipertimbangkan dengan sangat matang,” kata Firman.
Tak jauh berbeda juga disampaikan Plt Ketua PWI Bengkulu, Syahyarudin, S.Sos, MM yang mengaku prihatin dengan kebijakan yang telah diambil Presiden. “Tak bisa kita pungkiri, kebijakan itu melukai rasa keadilan. Tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi bagi jurnalis di seluruh Indonesia. Jadi, sangat tidak arif kebijakannya, dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers di Indonesia,” tambahnya.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *