Kopi Bengkulu Tembus Pasar Internasional

Daerah

Alisya: Usaha Rumahan Bisa Tingkatkan Ekonomi Keluarga

RBO, BENGKULU – Komoditas kopi yang dimiliki Provinsi Bengkulu diyakini bisa mendorong peningkatan ekonomi keluarga. Dengan catatan komoditas itu dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan. Demikian disampaikan Pengurus DPP Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), Alisya Fianne Janne, SE, Jumat (25/1).

“Komoditas kopi yang dimiliki Bengkulu saat ini sudah mampu menembus pasar internasional. Sebenarnya ini sebuah momen yang sangat bagus untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat yang tergabung dalam wadah seperti Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), terutama dalam lingkup keluarga,” ungkap Alisya.

Dengan catatan, lanjut Alisya, komoditas kopi dimanfaatkan sebagai usaha rumahan. Dimana usaha rumahan ini lebih didominasi kalangan perempuan.

“Maka dari itu kita dari FPPI mulai mendorong agar kopi bisa menjadi usaha rumahan, dalam bentuk kopi kemasan atau kopi saset dengan branding Ikona Kopi,” terang Alisya yang akan bertarung menuju Senayan pada Pemilu mendatang.

Menurutnya, kopi kemasan yang didorongnya agar digeluti para ibu-ibu, karena bisa dikerjakan dalam skala rumahan. Jika sudah jadi, barulah strategi penjualan yang difokuskan.

“Tentunya dengan memanfaatkan era digital saat ini. Kita menyakini bisa dijual dalam skala besar, dan target utama bagaimana menembus pasar nasional dulu,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, sejauh ini ada 2 UKM yang sudah diberikannya pelatihan di Kota Bengkulu. Dalam waktu dekat Ia juga bakal membentuk hal serupa di Kabupaten. “Terlebih daerah-daerah penghasil kopi. Ini merupakan realisasi program yang kita usung, yakni Produksi, Promosi, dan Penjualan (3P),” tutup Alisya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *