Ikan Tuna Belum Digarap Optimal, Ini Masalahnya

Ikan Tuna Belum Digarap Optimal, Ini Masalahnya

BERBAGI
Ikan tuna hasil tangkapa nelayan

RBO, BENGKULU – Potensi ikan tuna di perairan Bengkulu, khususnya di perairan laut Enggano belum digarap secara optimal oleh nelayan. Penyebabnya terbatasnya alat tangkap. Hal ini menyebabkan ikan tuna yang ada di laut Bengkulu, ditangkap oleh nelayan asing dan nelayan luar daerah ini. Akibatnya, Bengkulu mengalami kerugian cukup besar setiap tahunya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkulu, Ivan Samsurizal, kemarin Minggu (27/1) mengatakan, untuk menggarap potensi ikan tuna yang ada di perairan Enggano, Bengkulu Utara, pihaknya akan mengarahkan nelayan yang menggunakan kapal di atas 10 gross ton (GT) mencari ikan di perairan tersebut.

Sebab, kalau kapal di bawah 10 GT tidak mampu menangkap ikan tuna di perairan laut Enggano karena selain gelombang tinggi juga jaraknya tempuhnya dari Bengkulu, bisa mencapai 12 jam.

“Saya yakin kalau nelayan menggunakan kapal berbobot mati di atas 10 GT mampu menangkap ikan tuna di perairan Enggano tersebut. Karena itu, kapal besar milik pengusaha ikan di Bengkulu, akan kita arahkan menangkap ikan tuna di perairan pulau terluar tersebut,” ujarnya.

Ivan mengakui potensi ikan tuna di perairan laut Enggano sangat banyak dan kualitas sangat baik untuk ekspor. “Selama ini ikan tuna yang ada di perairan laut Enggano ditangkap nelayan asing dan nelayan luar Bengkulu,” ujarnya.

Ribuan ton ikan tuna di laut Bengkulu, ditangkap oleh nelayan asing dan nelayan luar daerah ini setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan Bengkulu mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

“Kita berharap ke depan tidak ada lagi nelayan asing dan nelayan luar Bengkulu, menangkap ikan tuna di perairan Enggano. Sebagai antisipasinya kita akan mengoptimalkan nelayan Bengkulu mencari ikan tuna di perairan Enggano,” ujarnya.

Daerah yang paling dekat dengan Enggano adalah Pasar Bawah, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan karena jarak tempuhnya hanya 4-7 jam saja. Karena itu, DKP Bengkulu mengharapkan nelayan Pasar Bawah, Manna untuk menangkap ikan tuna di Enggano.

“Kita mengharapkan nelayan Pasar Bawah, Manna menangkap ikan tuna di Enggano karena jarak mereka ke pulau terluar tersebut sangat dekat dibanding nelayan Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara,” ujarnya.

Dengan demikian, keberadaan ikan tuna di Enggano dapat dinikmati nelayan Bengkulu bukan nelayan asing dan nelayan luar daerah, seperti yang terjadi selama ini.

“Saya optimistis jika nelayan Bengkulu Selatan mencari ikan tuna di Enggano kesejahteraan mereka akan meningkat karena potensi ikan tuna di daerah itu, sangat besar,” ujarnya.

Selain itu, harga ikan tuna mahal karena untuk kebutuhan ekspor. Karena itu, DKP Bengkulu mendorong nelayan daerah ini untuk menangkap ikan tuna di perairan laut Enggano agar pendapatan mereka meningkat dari yang dihasilkan sekarang.

Namun, Ivan tidak menjelaskan secara pasti potensi ikan tuna di Enggano dan produksi ikan tuna yang dihasilkan Bengkulu, setiap tahunnya tidak jelaskan secara pasti. (Bro)