ILUNI UNP Mendukung  Penuh Program Pemprov 

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Pendidikan Politik Sosial & Budaya
UNP Buka F-Kedokteran, Kampus Baru 150 Hektare
RBO, BENGKULU –  Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Ikatan Alumni (ILUNI) Universitas Negeri Padang (UNP/IKIP) sudah dilantik di Provinsi Bengkulu sudah dilantik, Sabtu siang. Selanjutnya  diharapkan segenap alumni UNP/IKIP Padang dapat mendukung penuh program Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sehingga pembangun Bumi Rafflesia lebih baik dan berkembang pesat.
Rektor UNP Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd, Ph.D dalam pidato pelantikan itu mengatakan, sudah banyak alumni UNP di seluruh Indonesia bersinergi bersama pemerintah daerah. Kualitas mahasiswanya menjadi nomor satu disana. Jangan heran, banyak alumni UNP sudah menjadi orang penting di berbagai Provinsi.
“Jaga nama baik almamater dimanapun berada, baik itu di Indonesia maupun Internasional sekalipun. Kami juga sedang berusaha untuk mendatangkan mahasiswa dari Asia Tenggara seperti, Myanmar, Kamboja, Filipina dan Vietnam melanjutkan studi ke UNP, dengan adanya beberapa Program Studi (Prodi) berbasis Internasional. Kini UNP juga sedang menyiapkan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit pendidikan di Pariaman telah diberikan Bupati Padang Pariaman. Bahkan kampus baru dikembangkan ke Pariaman lahannya telah diberikan Bupati Pariaman sekitar 150 Hektare,” ujarnya Ganefri.
Lanjutnya, UNP saat ini telah memiliki 107 Program Studi/Jurusan dengan jumlah dosen telah memiliki kualifikasi Pendidikan minimal Magister bahkan Doktor dan Professor yang saat ini berjumlah 2.000-an. Alumni mencapai 147.000 orang.
“Untuk itu, dengan jumlah Mahasiswa telah mencapai angka 14.000-an serta diantaranya ada 15 Program Study yang telah memiliki kelas internasional,” tambahnya.
Ketua DPW ILUNI UNP Provinsi Bengkulu, Drs. H. S. Effendi, MS mengatakan, lebih 1.000 orang alumni IKIP/UNP tersebar di Bengkulu dari Kaur hingga Mukomuko. Mereka mayoritas guru mulai dari dosen, guru SLTA, SLTP juga ada guru SD tamatan PGSD.
“Dengan kami bersatupadu bukan hal yang mustahil jika kami dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendukung program pemerintah,” ujarnya Effendi, Sabtu (26/1).
Lanjutnya, ia berterimakasih pada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sudah bersedia untuk menjadi dewan pembina ILUNI UNP Provinsi Bengkulu.
“Kami segenap seluruh jajaran ILUNI UNP berterimakasih pada Bapak Rohidin Mersyah sudah mau berkenanan menjadi dewan pembina kami. Semoga ini menjadi titik awal tali silaturrahmi yang melekat dan kami dapat menjadi kontrol sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPP ILUNI UNP Drs. H. Ali Mukhni, mengimbau pada DPW ILUNI UNP Provinsi Bengkulu agar dapat mendukung penuh program Pemprov pada kemimpinan Rohidin Mersyah. Juga menjadikan organisasi ini sebagai ladang pengabdian untuk membangun bangsa dan negara ini.
Disamping itu, Rohidin sudah dianggap menjadi bagian orang Minang di Bengkulu. Walaupun, Rohidin aslinya dari Bengkulu Selatan tepatnya daerah Manna. Namun istrinya berdarah Minang.
“Diharapkan seluruh jajaran yang sudah resmi dilantik dapat bersinergi bersama pemerintah. Kami bantu apa yang menjadi kendala pemerintah memberikan solusi dan masukan agat tercipta kerjasama yang baik. Rugi kalau kami tidak memberikan kontribusi apa-apa, karena Gubernur Bengkulu sudah jadi bagian dari kami dan menjadi dewan pembina ILUNI UNP Provinsi Bengkulu,” ungkapnya Ali Mukhni.
Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, merasakan hal yang sama akan kualitas produk alumni UNP. Tahun 1995 lalu penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama Wilayah (Kanwil) Provinsi Bengkulu itu rata-rata alumni UNP yang berbondong-bondong dari pagi menunggu tes tersebut.
“Sekarang boleh lihat, rata-rata pejabat di Bengkulu adalah orang Minang dari instansi pemerintah baik itu, pendidikan dan masih banyak lagi. Mereka berkontribusi untuk memajukan Bumi Rafflesia,” imbuhnya Rohidin Mersyah.
Selain itu, orang Minang diibaratkan pada filosifis sapu lidi. Kenapa Rohidin memberikan filosifis itu ke orang Minang? Menurut dia, kalau satu lidi saja akan mudah patah. Tapi jika lidi itu digabungkan dan diikat menjadi satu kesatuan maka sangat sulit dipatahkan. Bahkan menjadi kokoh dan kuat untuk berkontribusi pada pemerintah. (CW1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *