Taufiq Hidayat: Rangkul Anak Muda Lewat AMPG dan KPPG, Pemuda Jangan Anti Politik

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Pemda Provinsi Pendidikan Politik Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Pada era milenial, Partai Golkar mengungkapkan setiap hari, keseharian masyarakat selalu membicarakan soal politik. Sebab itu, dalam berpolitik yang terpenting itu bagaimana tujuannya, jalankan politik dengan benar terutama para pemuda sebagai generasi milenial jangan anti politik.

“Kita tidak bisa lepas dari politik. Setiap hari, sehari-hari pembicaraan dikalangan masyarakat tidak jauh dari politik. Dan yang tidak bicara politik hanya orang idiot. Mahasiswa juga pembicaraannya terkait politik, seperti berapa besar biaya kuliah. Itu adalah kebijakan politik yang mengaturnya. Ibu-ibu berapa harga susu, gula, beras dan sebagainya itu semua termasuk pembicaraan politik untuk kebijakan public. Semua itu adalah rangkaian politik, maka sangat heran kalau kita harus menjaga jarak dengan politik,” ungkap Ketua Bidang Organisasi Daerah DPP Partai Golkar Drs H. Taufiq Hidayat M.Si saat menjadi pemateri dalam seminar sekaligus sosialisasi pendidikan politik bagi para pemula di Konakito Bengkulu, Minggu (27/1).

Menurut Taufiq, dalam berpolitik haruslah dijalankan dengan tujuan yang baik dan cara-cara yang benar.

“Apa yang menjadi tugas politisi? Apa yang menjadi tugas warga masyarakat, apa yang menjadi hak dan kewajiban itu semua harus dipahami agar dapat dijalankan secara baik dan benar,” jelas pria yang juga Caleg DPR RI Partai Golkar Provinsi Bengkulu nomor urut satu tersebut.

Khususnya para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Taufiq membeberkan. Partai Golkar ada dua organisasi sayap yaitu Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) yang menjadi wadah segmen pemuda dan perempuan.

“Kenapa dua segmen social itu dijadikan sayap? Karena ada filosofi didalamnya. Perempuan mempunyai peran yang cukup penting dalam bangsa dan Negara, sebab itu kaum perempuan harus paham politik. Begitu juga dengan pemuda. Pemuda ini adalah generasi penerus bangsa, dimana mereka pada dasarnya dalam proses transisi padahal sebenarnya anak muda mempunyai potensi yang harus dikembangkan dan diwadahi, di Partai Golkar ada AMPG,” ujar dia.

Oleh karenanya, Taufik menyarankan anak muda harus berorganisasi. “Dari berorganisasi, adek-adek bisa belajar, berinteraksi, dalam organisasi bisa belajar menjadi pemimpin ataupun belajar dipimpin,” ujar dia.

Dalam organisasi juga diajari tekhnik administrasi. “Jadi anak muda jangan hanya berpartisipasi dengan mencoblos tapi harus tergabung dalam organisasi, dengan bergabung dalam organisasi, maka kalian memiliki modal yang cukup panjang dan mengetahui bagaimana berpolitik yang baik,” bebernya.

Adapun dari Ketua KPPG Golkar Provinsi Bengkulu, Mardensi S.Ag yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan menambahkan.

Sebagai salah seorang kader Partai Golkar Provinsi Bengkulu menceritakan, awalnya dia bergabung dalam organisasi partai Golkar mulai dari tingkat yang paling rendah. “Saya mulai dari gabung dalam organisasi pemuda, karang taruna kelurahan, lalu kecamatan hingga sampai ke tingkat selanjutnya dan menjadi anggota Fraksi Golkar di Kota Bengkulu,” sampai dia.

Semuanya dimulai dari bawah. “Jadi kita jangan anti politik, mulai dari bawah tidak usah ragu. Dan Golkar siap mewadahi lewat KPPG maupun AMPG,” tambahnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *