3.000 Guru Seleksi PPPK, Harus Diprioritaskan

Featured Pemda Provinsi Pendidikan

RBO, BENGKULU – Ribuan honorer tenaga guru direncanakan mengikuti seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak). Terhimpun ada sebanyak 3 ribu guru tenaga guru honerer jenjang tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuaran se Provinsi Bengkulu.

Rencana penerimaan PPPK ini, dilakukan untuk memenuhi tenaga honorer yang selama ini kurang diperhatikan. Namun informasi terhimpun jika tenaga guru yang diatas umur 35 tahun saja atau sudah mengabdi lama yang menjadi syarat tersebut. Mengenai hal itu, Kepala Diknas dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu H Budiman Ismaun, M.Pd mengutarakan, pihaknya belum menerima kepastian penerimaan tersebut. Namun memang ada rencana pihak pusat yang menerima tenaga honorer untuk diangkat menjadi PPPK.

“Kita belum terima informasi yang jelas, namun untuk jenjang tenaga guru memang ada,” terangnya Selasa (29/1) kemarin.

Kendati demikian, dalam penerimaan tersebut harus melalui seleksi yang akan disampaikan. Sementara itu, berapa jumlah usulan pun diharapkan sesuai pada jumlah tenaga honorer yang ada saat ini namun tidak semuanya akan diangkat, harus melalui tahapan seleksi dari pansel nantinya.

“Itu tetap melalui seleksi, yang mengatur Dikbud Pusat dari usulan semua honorer itu kita usulkan. Tidak semua lulus, namun harus ikut seleksi,” tambahnya.

Terpisah, menurut Seketaris Umum PGRI Provinsi Bengkulu Mukthtarimin M.Pd mengatakan pemerintah agar memprioritaskan nasib para guru honorer. Selama ini, kesenjangan sosial tenaga guru honorer perlu diperhatikan. Dengan adanya kesempatan itu, pemerintah harus aktif mendata seluruh tenaga guru honorer yang layak untuk diangkat.

“Dikarenakan PPPK itu sejajar dengan ASN, jika terpenuhi hak haknya karena selama ini honorer hanya mendapatkan gaji ratusan ribu perbulan. Jika adanya PPPK ini sudah memenuhi, dikarenakan para guru honorer ini sudah memiliki dasar sebagai pengajar,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya pun mendukung pemerintah dalam proses seleksi tersebut. Pihaknya meminta pemerintah daerah memastikan seleksi dijalankan dengan bersih, agar tidak ada yang dirugikan dalam seleksi nantinya.

“Kita dukung dan pantau bersama, kita berharap PPPK yang diangkat itu merupakan guru yang berprofesional,” pungkasnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *