Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Fasilitasi Alat Deteksi DBD Gratis

Featured Pemda Provinsi

RBO >>  BENGKULU  >>  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, M.Kes, S.Km, M.Si menyampaikan, alat pendekteksi dini Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria akan diberikan kepada masyarakat secara gratis. “Tidak dipungut biaya alias gratis. Nanti setiap masyarakat yang diduga DBD ataupun malaria bawa saja ke Puskesmas. Nanti disana akan dicek dini DBD dan malaria,” ungkap Herwan, Senin (28/1).

Diterangkan Herwan, selama ini alat pendekti dini DBD dan malaria belum ada di Provinsi Bengkulu. Dengan setiap tahunnya jumlah penderita DBD maupun malaria cukup banyak, Komisi IV sebagai mitra Dinas Kesehatan menganggarkan alat pendeteksi dini.

“Alat itu nanti akan disebarkan ke seluruh Puskesmas. Sehingga bisa dilakukan pemeriksaan secara cepat dan hasilnya langsung ke luar. Kalau positif malaria atau DBD kan bisa cepat dilakukan penanganannya,” jelasnya.

Menurut Herwan, kasus DBD di Provinsi Bengkulu setiap tahun cukup tinggi dan masih ada 7 daerah endemik malaria yang belum tereliminasi. “Oleh karena itu melalui anggaran 2019 ini kita ada pengadaan alat pendeteksi dini malaria dan DBD. Dalam waktu dekat kita akan realisasikan pengadaan itu. Jumlahnya (Anggaran, red) sebesar Rp 480 juta, tapi jumlah alat yang dibeli saya kurang ingat.”

Diingatkan Herwan, masyarakat harus melakukan hidup bersih untuk menekan DBD dan malaria. “Mari jaga kebersihan lingkungan disekitar kita agar tidak ada lagi nyamuk DBD bekembang. Kemudian lakukan pengecekan kesehatan berkala dan cek dini dugaan malaria dan DBD. Ya, jangan karena merasa sehat, tidak mau memeriksa kesehatan. Lakukanlah secara teratur (Pengecekan kesehatan) secara berkala,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Raharjo Sudiro, S.Sos mengatakan, masyarakat di Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah baru-baru ini mengeluhkan serangan DBD diwilayahnya. Oleh sebab itulah Dinkes Provinsi Bengkulu diminta segera merealisasikan pengadaan alat deteksi dini DBD dan malaria.

“Saya dihubungi dan mereka tanya, kapan alat pendeteksi dini disalurkan ke Puskesmas. Makanya, segera direalisasikan,” tutup Jojo. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *