Dewan Sorot Maraknya Alih Fungsi Lahan

Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Pemda Provinsi Pertanian Politik
Siption Muhady : Air Irigasi Sawah Dialirkan ke Kolam 
RBO, BENGKULU – Dewan Provinsi Bengkulu menyoroti tingginya alih fungsi lahan persawahan menjadi perkebunan  di Provinsi Bengkulu. Bahkan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota melalui dinas terkait bersinergi untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu langkahnya adalah melakukan pengawasan terhadap penggunaan air disepanjang aliran irigasi persawahan. Lantaran diketahui banyak air persawahan digunakan bukan untuk keperluan persawahan.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Siption Muhady, S.Ag menyampaikan, hal seperti ini terjadi diberbagai daerah di Provinsi Bengkulu.
“Di Bengkulu Utara banyak air untuk persawahan digunakan untuk kolam ikan. Hal serupa juga terjadi di daerah Seluma dan Bengkulu Selatan. Hampir diseluruh daerah air persawahan diperuntukkan untuk kolam ikan. Sehingga debit air persawahan berkurang dan ada yang tidak kebagian dibagian hilir irigasi,” ungkap Siption, kemarin (31/1).
Kondisi tidak kebagian air membuat petani atau pemilik lahan persawahan mengalihkan fungsi lahan sawahnya menjadi lahan perkebunan. “Bukan salah para petani atau pemilik lahan. Dari pada lahan sawah mereka nganggur tidak menghasilkan apa-apa ya lebih baik alih fungsi jadi kebun karet atau sawit. Karena apa? Petani butuh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini menyangkut soal perut. Lahan tidak diolah artinya tidak makan,” ujarnya.
Oleh sebab itulah, sambung Siption, dirinya sangat mengharapkan dinas instansi turun melakukan pengawasan di lapangan. “Nanti dibilang saya bohong atau asal bicara. Ya, silakan cek langsung ke lapangan. Saya siap menemani dinas instansi turun. Sebab hal seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau nanti kolam ikan semakin banyak dibuat, artinya semakin banyak lahan persawahan tidak kebagian air dan akhirnya beralih fungsi,” terang Siption.
Ditambahkan Siption, pada dasarnya tidak ada larangan bagi masyarakat membuka kolam ikan. Karena itu bagian dari upaya masyarakat pribadi atau unsur kelompok petani ikan membuat usaha. “Tapikan harus dilihat juga dampaknya seperti apa. Kalau memang ingin membuat kolam ikan yang skalanya besar, dan banyak ya harus dirancang betul pengairannya. Jangan sampai banyak menggunakan air irigasi persawahan yang berdampak petani sawah dibagian hilir tak  kebagian air. Persoalan ini harus dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah melalui instansi terkait,” tutupnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *