15 Ribu Balita Bengkulu  Kurang Gizi & Gizi Buruk

Ekonomi & Bisnis Featured Kesehatan Pemda Provinsi Peristiwa Sosial & Budaya
RBO, BENGKULU – Kurang Gizi, Gizi buruk masih menjadi persoalan di Provinsi Bengkulu. Lebih dari 10 Ribu Balita di Bengkulu alami gizi buruk dan gizi kurang, bahkan ada yang mengalami kondisi dibawah gizi buruk dan gizi kurang.
Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, status gizi Balita berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U) tahun 2018, dari sasaran pantauan status gizi 87.673 Balita yang disurvei, terdapat 0,6 persen atau 492 Balita mengalami gizi buruk, 5,7 persen atau sebanyak 4.988 Balita mengalami gizi kurang atau 6,3 persen atau 5.840 Balita mengalami gizi buruk dan gizi kurang.
Balita dengan status gizi buruk dan gizi kurang tertinggi terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara yaitu 180 Balita dengan status gizi buruk dan 1.337 Balita gizi kurang.
Kemudian status gizi berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur tahun 2018 dari jumlah pendataan yang sama tecatat 5.192 atau 5,9 persen  Balita di Bengkulu mengalami Gizi sangat pendek dan 9.904 Balita atau (11,3) persen Balita mengalami gizi pendek. Dari jumlah tersebut terdapat 15.096 Balita atau jika dipersentasekan 17,2 persen.
Lalu status gizi balita berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan dari 87.167 terdapat balita yang berstatus sangat kurus sebanyak 1.727 Balita atau 2.0 persen dan Balita Kurus 3.604 atau 4,2 persen. Persentase wasting (sangat kurus + Kurus) sebanyak 5.335 atau 6,1persen. Masih Bengkulu utara sebagai kabupaten tertinggi.
“Pemerintah daerah, Provinsi dan Kabupaten kota jangan lengah sedikitpun terkait masalah gizi kurang dan gizi buruk ini. Meskipun angka persentase yang kita dapati ini semuanya masih di bawah 10 persen, sedangkan batas kewajaran angka gizi buruk ini secara nasional itu 20 persen. Dan kita Provinsi Bengkulu sudah ada aksi Rafflesia namanya untuk menekan angka stunting dll untuk intervensi spesifik misalkan mulai menyiapkan calon remaja, calon pengantin, calon ibu hamil, imunisasi, diberikan pelatihan akses faskes, bayi dapatkan makanan bayi yang baik,” kata Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si usai peringatan hari Gizi di Kantor Dinkes Provinsi (1/2).
Herwan Antoni juga menjelaskan peringatan hari gizi ini inilah untuk mengingatkan kepada kita semua akan pentingnya gizi dalam kehidupan dan ajakan agar kita semua mau berperan aktif menanggulangi berbagai permasalahan terkait gizi.
Sementara itu, Asisten 1 Setda Provinsi Bengkulu Drs. Hamka Sabri menuturkan, ini tugas kita bersama, selama ini gizi buruk ini sudah ada, dan belum dapat sosialisasi dan penanganan. Dengan tau daerah kita ada gizi buruk, Dinkes Kab kota harus menyusun langkah langkah, ini PR besar bagi kita. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *