Master Game Mobile Legend Itu Mahasiswa Jenius

Master Game Mobile Legend Itu Mahasiswa Jenius

BERBAGI
Imam /RBO Tim ALCATRAZ ESPORT di Piala Presiden foto sejenak usai mengikuti kompetisi beberapa waktu lalu

RBO >>  BENGKULU >>  Bermain game sangat dekat dengan stigma hal-hal negatif. Tidak dipungkiri bermain game dianggap sebagai penghambat anak muda untuk meraih prestasi pendidikan. Sehingga tidak heran banyak sekali orangtua yang melarang anaknya bermain game. Tapi siapa sangka, seorang mahasiswa asal Bengkulu dengan IPK 3,92 berhasil masuk semifinal dan menduduki posisi 4 di Tournament Mobile Legend Piala Presiden Esports 2019 Regional Palembang. Mari simak keseruannya.

IMAM – Bengkulu

Abdur Rasyid kelahiran Bengkulu 9 Februari 1998 berstatus sebagai mahasiswa semester enam Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Bengkulu. Ia percaya dan yakin bahwa bermain game tidak selalu berdampak buruk. “Karena yang penting saya bisa jaga waktu antara bermain, kuliah, dan salat 5 waktu,” ungkap Abdul Rasyid saat dihubungi via Whatsapp, Senin (11/2).

Rasyid telah menggeluti Mobile Legend sejak satu tahun terakhir. Selain karena asyiknya bermain game, ia juga bisa mengembangkan relasinya. Bertemu dengan komunitas baru, teman baru, juga dapat menjalin relasi se-Indonesia. Bahkan Rasyid juga berteman dengan pemain lain asal Singapore, Malaysia dan Thailand. Kendati demikian, sebagai mahasiswa yang masih aktif kuliah, Rasyid sudah mempersiapkan diri agar hobinya tidak mengganggu pendidikannya.

“Semua udah ada waktunya, jadwal kuliah sudah ada, dilain waktu itu tentu ada waktu luang dong buat bermain game, tentunya bersama teman teman,” terangnya.

Selain itu Rasyid beserta timnya yang berasal dari Bengkulu, dan bernama ALCATRAZ ESPORT juga memiliki banyak penghargaan. Mereka sudah sering menjadi juara. Bahkan terhitung telah dua puluh kali menjadi juara 1 di tournament ML yang ada di Bengkulu. Juga pernah menjadi juara 1 di tournament Telkomsel Digi Cup se-Sumbagsel, dan mewakili Palembang ke Jakarta kelas Nasional di Unipin Indomaret Championship di event SEACA (SOUTH EAST ASIA CYBER ARENA).

“Bisa membagi waktu adalah kunci utama. Saya tidak akan bisa seperti sekarang jika selalu setengah-setengah dalam memprioritaskan sesuatu. Jika harus belajar untuk ujian, saya akan fokus belajar tanpa menyentuh handphone atau main Mobile Legends sama sekali. Begitupun sebaliknya, jika saya sedang ingin bermain Mobile Legends, terutama mempersiapkan diri untuk turnamen besar, saya memprioritaskan latihan ketimbang belajar,” tambah Rasyid.

Untuk diketahui, Rasyid dan rekan setimnya mendapatkan izin dari kampus demi mengikuti Piala Presiden Esports di Palembang. Untungnya pihak kampus mengerti apa yang mereka sedang lakukan saat ini. (Mg-1)