Menkominfo: Hoax  Makin Marak di Medsos

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Pemda Provinsi Politik
RBO, BENGKULU – Hoax yang salah satu penyebarannya melalui Media Sosial (Medsos). Sampai saat ini kian marak atau terindikasi terus mengalami peningkatan. Ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Rudiantara S.Stat, MBA diwawancarai disela-sela seminar literasi digital yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).
“Sekarang ini jumlah hoax cenderung mengalami peningkatan, yang penyebarannya paling tinggi melalui Medsos. Maka dari itu kita mengapreasiasi yang dilakukan PP Pemuda Muhammadiyah yang ingin memberikan pemahaman semata-mata untuk meningkatkan literasi kepada masyarakat tentang penggunaan Medsos, terutama dalam menghindari hoax,” ungkap Rudiantara, Kamis (14/2).
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam memerangi hoax. Semuanya harus terlibat secara langsung, mengingat saat ini keberadaan hoax sangat memprihatinkan.
“Kita dari pemerintah terus melakukan penyisiran dan menerima pengaduan dari masyarakat terkait hoax ini. Rata-rata 2 sampai 5 situs penyebar hoax, per harinya kita blokir,” katanya.
Ia melanjutkan, tidak bisa dipungkiri jelas Pemilu hoax semakin tinggi. Ini sebuah ironi, karena Pemilu yang merupakan pesta demokrasi tidak harus diwarnai hal semacam itu.
“Namanya saja pesta, seharusnya lebih mengedepankan kebaikan, rasa senang, dan nyaman. Bukan malah menciptakan ketidaknyamanan ditengah-tengah masyarakat,” ujar Rudiantara.
Ditambahkan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Pemuda Muhammadiyah yang memiliki kecerdasan dan terdidik, jangan mudah mempercayai hoax.
“Sebaliknya kita juga harus terlibat secara langsung dalam mencegah penyebaran hoax ditengah-tengah masyarakat. Jangan sampai karena pembiaran terhadap hoax, nantinya memicu keresahan,” kata pria yang kerap disapa Cak Nanto ini.
Lebih jauh dikatakannya, pada kesempatan ini Ia juga mengingatkan agar Pemuda Muhammadiyah jangan malah menjadi pencipta hoax.
“Kita sebagai pemuda yang memiliki kualitas dari segi pendidikan, harus bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat bagaimana bentuk hoax ataupun ciri-cirinya,” demikian Cak Nanto. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *