Raja Salman Kaget, JK Ketua Sejuta Mesjid

Featured Hukum & Kriminal Nasional Pemda Provinsi Politik Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla dalam sambutanya mengatakan kita patut bangga dengan penganut agama Islam. “Agama kita telah menjadi bagian dari kebaikan, tapi masih ada juga terjadi konflik. Didunia Islam pada hari ini, sering saya gambarkan dari 50 negara yang berpenduduk Islam, 15 negara setidak-tidaknya berkonflik satu sama lainnya,” kata Jusuf Kalla.

      Dilanjutkan dia, kalau dahulu konfliknya untuk kemerdekaan, melawan penjajah Inggris, Belanda, dan sebagainya. Sekarang konfliknya antar sesama umat Islam. Itu terjadi di Syiria, antar pemerintah dan rakyatnya, di Irak lawan Iran, Suadi dengan Yaman, Afganistan dengan Afganistan, Libya dengan rakyatnya.

“Alhamdulillah kita di Indonesia, hal-hal tersebut tidak terjadi lagi, tapi masih ada di daerah-daerah tertentu. Kita butuh pencerahan bukan saja di Indonesia. Tapi di masyarakat dunia ini banyak mengharapkan Indonesia ini sebagai penduduk Islam yang terbanyak yang harus mempunyai tanggung jawab moral bagaimana menyelesaikan masalah di banyak Negara tersebut,” ujar dia.

Jusuf Kalla menyebutkan ada penelitian Profesor Rahman dan Husen Astari dari salah satu Universiti, beberapa tahun yang lalu. Mengambarkan bahwa nilai-nilai Islam itu, justru dipraktikkan, nilainya oleh Negara lain, bukan ibadahnya, akidahnya, tapi nilainya dipraktekkan di Negara lain. Newzelan, Scandinavia, Norgegia, Swedia, dan Negara-negara di Utara termasuk Jepang.

“Indonesia jauh di belakang, Negara yang berpenduduk Islam yang terbanyak. Yang terbaik menurut ukuran itu yakni Malaysia nomor 33, Saudi Arabia no 44 walaupun mereka menerapkan hukum Islam yang keras, Indonesia no 140, jauh sekali,” ujar JK.

Kenapa itu terjadi?, “Kalau kita urut sebagai orang yang beragama, tentu kita 1. Akidahnya, 2. Ibadahnya dan muamalahnya,” ujar dia.

“Kalau Akidah dan Ibadah Alhamdullillah luar biasa, mesjid-mesjid yang hampir 1 juta, dan Mushala itu penuh,” ujar dia.

“Semalam saya salat Maghrib di mesjid Sunda Kelapa, biasanya, dua saf, sekarang 6 saf. Menurut petugas, bisa lebih ramai lagi kalau hari kerja, bisa penuh hanya untuk salat maghrib, itu terjadi pada zaman dahulu, pada 10 tahun yang lalu. Bagi kita Hablumminnalah kuat, ibadah kuat, akidah kuat,” kata dia.

Yang melemah adalah hubungan antar manusia, Muamalahnya, sehingga Indonesia menurut dua propesor ini, masuk dalam urutan ke 144 jauh di belakang, dari 208 negara.

“Ini menggambarkan usaha kita untuk pencerahan, bukan hanya kontek ibadah dan akidah, namun dalam hubungan antar sesama manusia, kita melemah,” ujar dia.

      Diceritakan Jusuf Kalla saat bertemu Raja Salman, beberapa tahun lalu, beliau inikan Penjaga dua tempat suci. Saya bilang di Indonesia ada 800 ribu mesjid dan Musala, dan ketuanya saya,” begitu tidak menyangkanya, dia Tanya kepada penterjemah, yang dimaksud wapres itu 8000 atau 800 ribu? Dijawab penterjemah 800 ribu yang mulia. Belum percaya dia Tanya dengan Dubesnya, apa benar 800 ribu, ya benar. Karena itu suaranya langsung agak merendah raja itu.

“Begitulah suasana kita di Indonesia ini, jadi apa yang tidak bisa, mau puasa aman, bayar zakat ada undang-udangnya,” kata dia. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *