Wapres JK: Bengkulu Bisa Jadi Contoh Daerah Lain Soal Pelabuhan

Daerah Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan Pemda Provinsi Peristiwa Sosial & Budaya
Wapres Apresiasi Pengembangan Kawasan Pelabuhan 
RBO, BENGKULU – Wakil Presiden Republik Indonesia, DR H M.Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) /IPC Cabang Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Setelah Direktur Operasi IPC, Prasetyadi memaparkan panjang lebar tentang rencana pengembangan Pulau Baai, baru Wapres memberi tanggapannya.
Wapres Jusuf Kalla mengapresiasi dan berharap program tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sehingga Bengkulu bisa maju  pesat. Bahkan jika ini berhasil maka Bengkulu bisa jadi contoh bagi daerah lain.
“Jika rencana pengembangan dan penataan Pelabuhan Bengkulu dapat berjalan lancar, saya kira kedepannya akan menjadi contoh bagus bagi daerah lainnya. Karena disini ada PLTU tenaga batu bara, lalu ada KEK, yang didukung dengan fasilitas terminal, dermaga serta sistem IT yang baik. Artinya pelayanan meningkat, serta efektivitas dari segi waktu,” singkat Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Direktur Operasi IPC, Prasetyadi turut mendampingi Wapres memberikan pemaparan terkait pelayanan operasional pelabuhan berbasis digital dan rencana pengembangan Cabang Pelabuhan Bengkulu.
Dalam kesempatan sebelumnya, Jumat (15/2) Presiden Joko Widodo juga telah menyempatkan diri untuk mengunjungi Kampung Nelayan Sumber Jaya. Dimana IPC mendukung program pemerintah dan bersama sama  Pemerintah Daerah serta pemerintah kota Bengkulu melakukan  penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Pelaksanaan Program Penataan Pemukiman Kampung Nelayan di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, perjanjian ini ditandatangani oleh Dirops IPC, Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu H, Helmi.
“IPC bersama Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kota Bengkulu melakukan penataan pemukiman kampung nelayan kelurahan kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu. Kami  telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN untuk menyerahkan lahan seluas 12,18 Ha guna relokasi warga, kami juga akan menyediakan transportasi untuk pemindahan warga yang akan direlokasi,” ungkap Prasetyadi, Minggu (17/2).
IPC lanjutnya, mengajak masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk ikut mendukung dan mengawal proses yang sedang berlangsung sehingga program ini segera terlaksana dengan baik.
Digitalisasi dan Pengembangan Pelabuhan Bengkulu menuju visi IPC menjadi World Class Port pada tahun 2020, IPC telah memetakan strategi melalui roadmap perusahaan yang secara gencar mengoptimalkan teknologi informasi dengan penerapan digitalisasi yang terintegrasi di seluruh kegiatan operasional baik di sisi laut maupun darat. Pada tahun 2019 ini IPC mantap melangkah memasuki Era Baru Pelabuhan dengan menargetkan 12 cabang pelabuhan yang dikelola IPC sudah didukung dengan sistem pelayanan digital yang setara.
“Secara keseluruhan, standarisasi pelayanan dengan didukung oleh aplikasi berbasis digital ini tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi waktu proses operasional di lapangan, karena kini pencatatan data dilakukan secara real time, perencanaan penumpukan kargo, hingga tracking dan tracing petikemas dan kapal dapat diakses langsung oleh pengguna jasa. Selain itu kami juga memberikan kemudahan pembayaran melalui sistem cashless. Kedepannya dengan digitalisasi kami harapkan dapat menurunkan biaya logistik dan Dwelling Time,” tambah Prasetyadi.
IPC juga melakukan beberapa pengembangan Cabang Pelabuhan Bengkulu yang telah dimulai pada tahun 2017, antara lain dengan mengoptimalisasi kondisi eksisting seperti Terminal Petikemas, pengembangan Terminal Curah Kering (TCK) dan Terminal Curah Cair (TCC) yang ada di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.
Untuk memacu peningkatan perekonomian daerah, IPC bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung dalam proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai. Dengan hadirnya KEK ini nantinya dapat membuka peluang peningkatan investasi, lapangan pekerjaan, penerimaan devisa, serta memberikan keunggulan kompetitif produk ekspor.
Selain itu juga Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) seluas 40Ha dengan menggunakan batu bara. Pembangkit listrik ini merupakan hasil kerjasama antara Cabang Pelabuhan Bengkulu dengan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat batu bara sebagai bahan baku PLTU tersebut dengan jaminan troughput batubara sebesar 900.000 Ton/Tahun.
“IPC berterima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla yang menyempatkan waktunya untuk melakukan peninjauan ke Pelabuhan Bengkulu. Seluruh upaya peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan yang didukung oleh sistem digital serta pengembangan pelabuhan ini merupakan bentuk nyata kerja IPC untuk mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan meningkatkan perekonomian daerah,” ujar Prasetyadi.  (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *