/Warga Padangcapo Doakan Barlian Menang

Warga Padangcapo Doakan Barlian Menang

RBO, BENGKULU – Semakin hari semakin menunjukkan progres yang mengembirakan mengenai perjuangan sang senator hijau, Barlian.

Baru-baru ini calon senator Nomor urut 24, Barlian mengunjungi Desa Padangcapo Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma dan mendapatkan sambutan yang sangat menggembirakan. “Baru ini calon senator (DPD) RI berkunjung ke Desa kami nginap semalam,” kata Tokoh masyarakat Desa Padangcapo, Sumardin.

Dikatakan dia, tidak banyak calon yang mampu melakukan perjalanan seperti yang dilakukan oleh Barlian ini. “Beliau berkunjung kesini dan merasakan apa yang kami rasakan dengan demikian jika beliau terpilih nanti, kami berharap beliau bisa ingat kepada kami,” jelas dia.

Calon DPD RI no 24, Barlian bersama ibu-ibu pedagang di pasar kalangan Desa Padangcapo

Desa Padangcapo ini adalah desa tua yang telah berdiri jauh sebelum kemerdekaan, namum hingga sekarang Indonesia merdeka sudah 70an tahun lebih nasib warga disini masih saja demikian. Padahal jika dilihat dari jarak, tidak begitu jauh dari pusat kecamatan, yakni hanya 25 kilometer. Dan kondisi jalan menuju kesini dari zaman dahulu belum ada perubahan yang signifikan. “Jalan kami disini masih tanah, sehingga kalau hujan dating, kesulitan untuk keluar, begitupula jika sudah keluar sulit untuk pulang ke Padangcapo,” ungkap dia.

Sementara itu calon Senator Hijau Bengkulu, Barlian mengaku senang mendapatkan sambutan yang ramah dari masyarakat Cadangcapo. “Alhamdulillah sambutan masyarakat disini sangat menggembirakan,” kata dia.

Desa Padangcapo ini sangat potensial dari sisi Sumber Daya Alamnya seperti kopi dan karet serta sayuran, hanya saja akses jalanya yang masih butuh perhatian khusus. “SDA nya banyak, hasil pertanian berlimpah, hanya infrastruktur jalan yang belum memadai,” ujar dia.

Padahal jaraknya hanya 25 Kilometer dari ibukota kecamatan dan lebih kurang 15 KM yang butuh perhatian khusus terkait dengan infrastruktur jalannya. “Kalau cerita tokoh masyarakat disini, desa ini telah berdiri sejak 1618, artinya jauh sebelum Indonesia merdeka desa ini sudah ada,” Jelas dia.

Sedangkan penghasilan warga disini yakni mengandalkan hasil dari, kopi, karet dan pada sawah, serta tanaman lainnya seperti durian, mangga, manggis dan sejenisnya. “Mereka tidak kekurangan sumberdaya alam dan hasil alam,” jelas dia.

Disisi lain, Barlian mengakui cukup senang mendapatkan cerita mengenai kearipan local warga disini yakni mengenai “Padi bekandang siang, kerbau bekandang malam” jadi pemilik tanaman harus memagar tanamannya, sedangkan pemilik ternak atau kerbau harus mencari kerbau tersebut kalau sudah sore hari.

Selain itu terkait dengan ada peraturan yang disepakati oleh warga Desa padangcapo ini yakni mengenai pasar kalangan yakni pada hari jumat. “Kalau ada pedagang yang datang hari Kamisnya, maka belum boleh berjualan pada hari itu, harus berjualan pada hari Jumat nya. Kesepakatannya adalah jangan sampai ada warga yang tidak kebagian barang-barang yang dijual oleh pedagang, seperti minyak goreng, minyak tanah, dan sembako lainnya,” singkat dia.

Jadi nilai yang dapat diambil adalah masyarakat disini masih kekerabatannya masih tinggi dan masih sangat kuat adat dan budayanya. “Masyarakat yang masih kuat kekerabatanya adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai dan norma serta menjaga etika, mudah-mudahan saya terpilih dan saya akan ingat selalu desa ini dengan berbagai keariapan lokalnya,” tutup dia. (hcr)