Barlian Saksikan Kearifan Budaya Pasar Kalangan Jumat

Desa Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan Pemda Provinsi Peristiwa Pertanian Politik Sosial & Budaya

Ekonomi Warga Desa Padangcapo Bergeliat

RBO, BENGKULU – Sang Senator Hijau Bengkulu Barlian 24 menyaksikan langsung proses pertukaran ekonomi di Desa Padangcapo. Proses pertukaran ekonomi dalam bentuk barang dan jasa ini berjalan sesuai dengan hari yang ditentukan yakni setiap hari Jumat per pekannya.

“Ada kesepakatan warga yang masih berjalan dan masih bertahan hingga saat ini mengenai pasar kalangan Jumat, dimana jika ada pedagang yang datang pada hari Kamis, belum boleh berjualan di hari itu, harus menunggu hari Jumat baru boleh berjualan,” kata Barlian yang bekesempatan mengunjungi warga Padangcapo, beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskan Barlian, kearifan lokal seperti ini harus dipertahankan, karena solidaritas sosial dan kesepakatan sosial warga disini masih terus terjaga. “Kenapa harus berjualan pada hari Jumat, karena ditakutkan ada sanak saudara yang dari kebun tidak kebagian barang-barang kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, minyak manis, garam dan barang-barang kebutuhan lainnya yang kemasan pabrikan,” ujar dia.

Disinilah melihat kekerabatan dan tingkat kepedulian sosial terhadap sesama warga yang sangat tinggi. “Mereka bertahan dengan kesepakatan dan kekompakan yang memikirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan,” jelas dia.

Hal inilah yang sudah sangat jarang ditemui di masyarakat perkotaan. Pola kehidupan di kota sudah sangat jauh berbeda dengan masyarakat disini. “Saya bangga dengan kearifan ini dan saya sangat mendukung penuh untuk tetap dipertahankan eksistensinya,” ujar dia.

Disisi lain Barlian mendapatkan asupan semangat dari warga yang tidak banyak menuntut minimal jika sudah duduk menjadi anggota DPD RI, Barlian akan berjuang untuk kesejahteraa masyarakat di sana. “Masalah utama warga disana adalah soal infrastruktur jalan dan jika soal utama ini diselesaikan, maka masyarakat disini akan cepat berkembang dengan tetap memegang teguh kearifan lokal mereka,” ujar Barlian. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *