Warga Minta Ada Program Pengembangan Kawasan Durian

Bengkulu Tengah Desa Ekonomi & Bisnis Featured Pertanian

RBO, BENTENG – Cukup banyaknya penebangan pohon durian yang dilakukan masyarakat untuk dijadikan bahan bangunan, mengakibatkan produksi durian Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menurun setiap tahunnya.

Seperti yang dijelaskan oleh warga Desa Padang Betuah, Sukri (37), produksi durian terus menurun karena pohon-pohon yang berproduktif, terutama di desanya banyak yang ditebang untuk diambil kayunya dan dijadikan bahan bangunan.

Apalagi saat ini sulit untuk mendapatkan kayu hutan lanjutnya, sehingga masyarakat banyak mengambil pohon-pohon yang berbatang keras seperti durian, manggis dan duku.

“Durian merupakan ciri khas dari Kabupaten (Benteng), tapi karena banyaknya penebangan mengakibatkan produksi durian menurun. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bisa saja hilang (langka) dari peredaran,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi musnahnya tanaman durian, Ia berharap Pemda Benteng melalui Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Benteng, bisa membuat program pengembangan kawasan durian di beberapa wilayah Kabupaten Benteng. Sebut saja seperti di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa dan Kecamatan Taba Penanjung dengan memberi bantuan bibit dan sarana produksi.

Selain pengembangan kawasan durian ini, lanjutnya, Dia juga berharap Distan Benteng juga bisa menyelamatkan pohon-pohon induk yang tersisa untuk mengambil bibit unggulnya dan dikembangkan kembali dalam jumlah yang banyak. Begitupun, kepada masyarakat diminta untuk menjaga dan melestarikan pohon-pohon durian yang ada, apalagi jika itu pohon durian unggul.

“Kayu dari pohon durian memang sangat kuat dan bagus untuk bahan bangunan. Karenanya, untuk menjaga kelestarian pohon durian ini kita juga berharap pemerintah membuat Peraturan Daerah (Perda) yang melarang penebangan tanaman buah yang masih produktif,” demikian Sukri. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *