Sertifikasi Belum Dibayar,1.906 Guru Mengeluh

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Pendidikan

RBO, BENGKULU – Sebanyak 1.906 guru SMA/SMK di Provinsi Bengkulu, mengeluh karena sampai saat ini tunjangan sertifikasi untuk tahap pertama tahun 2019 belum dicairkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu. Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun, di Bengkulu, Rabu (27/2) kemarin membenarkan tunjungan sertifikasi ribuan guru SMA/SMK di daerah ini untuk tahap pertama tahun 2019 belum dibayarkan.

Dijelaskan, belum dibayarkan tunjungan sertifikasi guru SMA/SMK di Bengkulu, karena sampai saat belum ada surat keputusan (SK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) soal guru penerima serfikasi tahun 2019 di daerah ini yang menjadi dasar pencairan sertifikasi tersebut.

“Kita terpaksa menunda pencairan tunjangan sertifikasi guru SMA/SMK triwulan pertama karena SK Kemendikbud tetang penetapan penerima sertifikasi di daerah belum kita terima sampai sekarang. Kita berharap SK tersebut segera turun sehingga sertifikasi segera kita bayarkan,” ujar Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun.

Saat ini, Disdikbud Bengkulu, tengah membenahi data pokok kependidikan dan selanjutnya dibuatkan surat keputusan (SK) guru SMA/SMK penerima sertifikasi tahun 2019 di daerah ini.

“Jika SK guru SMA/SMK penerima sertifikasi tahun 2019, sudah kita siapkan, sehingga bila SK Kemendikbud soal guru penerim serifikasi sudah dikeluarkan, maka tunjangan sertifikasi guru segera dibayarkan secepatnya,” ujar Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun.

      Budiman menambahkan, jika sampai akhir Februari SK Kemdikbud tentang penetapan guru penerima sertifiksi di Bengkulu, tidak diterbitkan juga, maka pembayaran sertifikasi guru SMA/SMK triwulan pertama akan dirapelkan. Selanjutnya pembayaran sertifikasi guru SMA/SMK di Provinsi Bengkulu, akan dilakukan setiap bulan seperti yang berlaku selama ini.

“Kita minta para guru SMA/SMK penerima sertifikasi sedikit bersabar karena kita masih menunggu SK Kemdikbud terkait pencairan sertifikasi tersebut,” ujar Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun.

Sesuai data di Disdikbud Bengkulu, total guru SMA/SMK penerima sertifikasi tercatat sebanyak 1.906 orang. Rincianya sebanyak 54 orang guru SLB, sebanyak 638 guru SMK dan sebanyak 1.214 guru SMA. Sedangkan total dana sertifikasi guru SMA/SMK tahun 2019 sebesar Rp 20,6 miliar.

Setiap guru SMA/SMK yang memenuhi syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar satu bulan gaji. Mantan penjabat Wali Kota Bengkulu ini mengatakan, kendala yang dihadapi Disdikbud saat ini adalah tidak meratanya penempatan guru SMA/SMK di kabupaten dan kota di Bengkulu.

Hal ini terjadi karena guru yang sudah tua dan mendekati pensiun riskan ditempatkan di daerah pedesaan dan pedalaman di Bengkulu. Sedangkan guru yang masih muda jumlahnya terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, Disdikbud Bengkulu telah menetapkan zona sekolah, sehingga guru akan ditugaskan di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan demikian, pemerataan guru dapat dilaksanakan dengan baik di Bengkulu, kata Budiman Ismaun. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *