Jika Air Nipis di Bendung, Ribuan Petani Desa Sukamaju, Pino Baru sangat Terbantu

Bengkulu Selatan Desa Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Kunjungan ke Dusun Lubuk Langkap Desa Sukamaju Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan Calon Senator DPD RI nomor 24 Barlian mendapatkan masukan yang cukup mengejutkan. Para Petani padi sawah sangat tergantung dengan air untuk mengairi sawahnya, namun jika air sulit maka petani akan sangat merugi dan tidak bisa mengelola lahan persawahan.

“Tanaman padi sawah sangat membutuhkan air, jika air tidak lancar dan bahkan tidak tersedia ini yang membuat masyarakat harus mencari cara untuk mendapatkan air,” kata tokoh masyarakat Dusun Lubuk Langkap, Marwan.

Dikatakan dia, Pemerintah di tayangan televisi dan radio serta Koran-koran selalu berbicara ingin swasembada pangan-swasembada pangan, namun permasalahan air yang dihadapi petani tidak diselesaikan. “Pemerintah, Kepala Dinas dan bahkan Menteri terkait selalu bicara soal swasembada pangan – swasembada pangan bagaimana caranya, sedangkan sawah yang ada saja tidak tergarap dengan baik, karena kekurangan pasokan air,” ujar dia.

Kenapa pemerintah selalu ingin melaksanakan program cetak sawah baru. “Pemerintah sebelum melakukan program cetak sawah baru ada baiknya pemerintah temui petani, turun kelapangan dan dengarkan masukan petani dan bagaimana masalah yang dihadapi, baru kemudian disimpulkan dan di selesaikan,” kata Warman.

Jika tidak melibatkan masyarakat maka wajar kalau program yang ada tidak menyelesaikan masalah warga. Dan jelas masyarakat kecewa dengan pola yang demikian. “Bagaimana pemerintah mengusahakan sawah yang sudah ada ini untuk dibuatkan irigasinya agar masyarakat terbantu dan meningkat kesejahteraaanya,” sampai dia.

Dikatakan dia, para petani disini tidak banyak minta kepada pemerintah, masyarakat cuma minta Bendung Air Nipis Tanjung Tengah. “Jika bedungan tersebut dibuat pemerintah, maka petani akan sangat senang, karena sawah yang ada bisa teraliri air irigasi dan masyarakat bisa swasmbada pangan, karena sawahnya akan digarap dengan maksimal,” ujar dia.

Masyarakat sudah muak dengan janji-janji manis namun realisasinya tidak ada, sebab manusia hidup ini yang dipegang oleh masyararakat itu adalah omongannya. “Kami harap bisa disampaikan kepemerintah mengenai apa usulan dan keluhan masyarakat kecil seperti kami ini, kami tidak banyak minta, kami hanya ingin Bendung air  nipis tanjung tengah, agar sawah sudah ada teraliri dengan air dan kami bisa menanam padi,” jelas dia.

Disini saja para petaninnya, di Desa Suka Maju dan Desa Pino Baru (enam buah dusun di dalamnya) yang sawahnya kering itu minta dibangun bendung air nipis tanjung tengah. “Kalau ini direalisasikan, maka setidaknya permasalahan kami enam buah dusun ini bisa terselesaikan,” ungkap dia.

Yang menyakitkan adalah jawaban pemerintah mengatakan dalam hutan lindung ”Masa tidak ada solusinya, karena sudah di hutan lindung, sedangkan masyarakat disekitaran hutan sangat banyak dan membutuhkan air untuk irigasi, saya tidak habis pikir yang demikian,” sampai dia.

Mendengarkan keluhan tersebut calon DPD RI Nomor 24, Barlian seperti mendapatkan semangat baru untuk membantu petani menyelesaikan permasalahanya. “Ternyata masyarakat ditingkat akar rumput, permintaannya tidak banyak, cuma ingin air irigasi agar lancar dan bisa bertanam padi, sehingga bisa menghasilkan padi atau beras dan jika ada sisa baru dijual untuk pemenuhan kebutuhan hidup,” kata dia.

Setidaknya dengan masukan ini menjadi salah satu point penting yang akan diperjuangkan dan akan disampaikan kepada para pihak yang terkait untuk diselesaikan. “Keterlibatan masyarakat dalam suatu program mutlak dibutuhkan karena masyarakat lebih memahami lingkunganya sendiri,” kata Barlian yang juga anak petani dan berpengalaman dengan tanaman padi sawah tersebut. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *