PPNI Bantu Cegah DBD Lewat Fogging

Featured Kesehatan Sosial & Budaya
RBO, BENGKULU – Lantaran maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam wilayah Bengkulu dan sekitarnya akhir-akhir ini, mendorong pihak Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bengkulu untuk memantau sekaligus memberantas perkembangan jentik nyamuk, dengan melakukan fogging dan penyuluhan kepada masyarakat. Ini dilakukan tepatnya di Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu.
“Dipilihnya Kelurahan Lempuing yang terdiri dari 23 Rukun Tetangga (RT) untuk kegiatan fogging ini, karena dari koordinasi kita dengan dinas teknis (Dinas Kesehatan) yang didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov), lembaga DPRD Provinsi dan mahasiswa, bahwa memang terbanyak dalam kasus malaria dan DBD-nya,” ungkap Ketua DPW PPNI Provinsi Bengkulu, Fauzan Adriansyah, disela-sela kegiatan fogging yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB pagi di Kelurahan Lempuing, kemarin (9/3).
Dikatakan Fauzan, dengan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan yang juga dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke 45 dengan mengambil tema,“Warga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat,” ini, agar seluruh stakeholder masyarakat Bengkulu mampu mandiri bersama-sama untuk mewujudkan generasi sehat, dan terbebas dari penyakit, khususnya malaria dan DBD.
“Kegiatan fogging ini memang kita laksanakan pagi-pagi sekali. Karena apabila matahari sudah mulai bersinar terang, biasanya nyamuk sudah mulai terbang ke tempat persembunyian. Untuk itu waktu pagi-pagi, dinilai sangat tepat untuk membasmi nyamuk melalui fogging,” katanya.
Lebih jauh dijelaskan, kegiatan bakti sosial yang rutin dilaksanakan pihaknya setiap tahun ini, juga untuk memperkenalkan organisasi PPNI kepada masyarakat. Melalui penyuluhan pola hidup sehat yang diberikan, bisa lebih mandiri dan bersama-sama dalam mewujudkan Indonesia sehat, khususnya di Bengkulu.
“Diharapkan dari penyuluhan yang secara berkala terus dilakukan, masyarakat bisa mandiri. Dalam artian kebersihan lingkungan mulai dari rumah dan sekitarnya dapat terjaga dengan baik. Sehingga dengan demikian juga penyakit akan jauh,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto SE, MBA yang hadir mengikuti kegiatan fogging PPNI di Kelurahan Lempuing atas nama lembaga memberikan apresiasi yang luar biasa. Artinya, tidak semua organisasi mempunyai inisiatif bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
Bahkan diakui, kegiatan fogging ini sangat membantu warga sekitar, yang diketahui Kelurahan Lempuing ini salah satu daerah yang endemik wabah penyakit DBD ini, dengan ditandai banyaknya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kami mendukung dan mensuport kegiatan ini, serta bisa dicontoh pihak lain. Apalagi kita dari lembaga melalui dinas teknis juga telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk bidang kesehatan, tapi peran bersama dalam membasmi nyamuk ini, jauh lebih baik lagi. Untuk itu PPNI diminta terus menunjukan karya dan baktinya terhadap daerah serta masyarakat Bengkulu,” tutup Suharto.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *