Wajar Antri Panjang, Kuota BBM Jenis Premiun di Bengkulu Dikurangi

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Politik

Harusnya Pemprov Minta Tambah Kuota

RBO, BENGKULU – Kalau di Provinsi lain di Indonesia BBM Premium subsidi selalu cukup. Namun di Provinsi Bengkulu setiap hari kekurangan dan terjadi antrean panjang untuk BBM jenis premium (Bensin). Ternyata hal itu wajar saja terjadi sebab kuota BBM subsidi jenis premium untuk Provinsi Bengkulu memang turun jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Dari data kami untuk kuota BBM Subsidi penugasan jenis premium Provinsi Bengkulu, Tahun 2019 ini selama satu tahun adalah 84. 400 KL. Dan tahun 2018 lalu jatah BBM Premium subsidi penugasan ini untuk Provinsi Bengkulu sebanyak 101.900 KL pertahunnya,” kata Region Manager Communication & CSR Pertamina wilayah Sumbagsel Rifky Rahman Yusuf pada RBI, Senin (11/3).

Dijelaskan oleh Rifky, untuk BBM penugasan ini, mereka sifatnya mendistribusikan sesuai dengan instruksi dari Pertamina pusat dan rekomendasi BPH Migas.

“Kami ini tugasnya menyalurkan saja. Dan kalau memang dirasa kebutuhan BBM Premium ini dirasa kurang oleh daerah, maka sebaiknya mengusulkan untuk penambahan kuota. Pengusulan bisa dilakukan atas kesepakatan bersama DPRD Provinsi Bengkulu, pihak ESDM dan Pemda Provinsi. Mereka mengusulkan ke pimpinan pusat,” jelasnya.

Pada akhir tahun 2018 lalu, diakui memang ada usulan penambahan kuota BBM tersebut. Hanya saja, kenyataannya saat ini kuota BBM subsidi penugasan untuk Bengkulu sesuai instruksi dari pusat jumlahnya menurun dari sebelumnya.

“Kalau penambahan itu, domainnya pemerintah dan DPR. Pemprov yang menyampaikan berapa kebutuhan daerah, kemudian mereka yang menata. Seperti di Bengkulu kalau ketika BBM Subsidi premium ini masuk pada pukul 09.00 WIB lalu pada pukul 11.00 WIB sudah habis kemudian kosong di SPBU. Itu artinya ada permintaan yang cukup tinggi untuk BBM subsidi tersebut. Sebetulnya kalau saya boleh saran didorong Pemprov menyampaikan, kami memang ada kebutuhan masyarakat yang dirasa kuota saat ini belum memenuhi kebutuhan tersebut. Dan kita sama-sama bawa ini kepemerintahan dan pihak ESDM yang membawa ke DPR, ujung-ujungnya ini kan nanti soal BBM subsidi. Kalau kita sih dari Pertamina sebenarnya berapa saja yang mau disalurkan kita siap. Cuma kan ada jalur regulasi yang harus dilewati,” terang Rifky.

Terkait adanya dugaan SPBU bermain dengan menyuplai BBM subsidi kepada pengecer? Semestinya hal itu lanjutnya tidak terjadi dan ditertibkan. “Kalau ada yang beli pakai jeriken, Kita juga gak tahu. Sebab setahu kita yang langsung membeli itu kendaraan. Kalau yang membeli dengan jeriken itu ada surat izin dari pemda setempat tidak boleh sembarangan memberikan dengan pengecer. Yang membeli dengan jeriken itu juga harus punya dasar yang kuat bahwa ada kebutuhan suatu daerah yang memang jauh dengan SPBU sehingga mereka menjual eceran,” ujar dia.

Sebelumnya dari Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Helmi Paman, S.Sos menyampaikan memang kuota dari BBM saat ini Pertamina mengurangi. Apalagi untuk BBM subsidi karena ini menjadi beban bagi mereka. Kemudian mengingat saat ini juga akan dilaksanakan pesta demokrasi, sehingga konsentrasinya lebih kepada pesta demokrasi tersebut.

“Tapi harapan kita, penyaluran BBM ini, terutama di Provinsi Bengkulu bisa lancar. Jangan sampai terjadi antrean panjang, apalagi kita sebentar lagi akan menghadapi pesta demokrasi dan menghadapi lebaran. Dan jika memang kuota yang ada saat ini dirasa kurang untuk BBM premium, maka ini harus ditambah. Diupayakan semaksimal mungkin Pertamina harus menambah, jangan sampai berlarut-larut antre seperti sekarang,” singkat politisi PDI Perjuangan tersebut. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *