/Kisah Peternak Sapi Sukses di KDI, Kuliahkan Anak dengan Hasil dari Kotoran Sapi

Kisah Peternak Sapi Sukses di KDI, Kuliahkan Anak dengan Hasil dari Kotoran Sapi

RBO, BENGKULU – Pak Lilik adalah mantan Kades Desa Trans Sulau Kecamatan Kedurang Ilir (KDI) yang sukses mengembangkan peternakan sapi dengan metode yang ramah lingkungan. Beliau memanfaatkan limbah dan kotoran sapi untuk pupuk tanaman jagung dan padi, lalu tanaman jagung dan padi untuk pakan sapi.

Mendengarkan kisah yang dilalui Pak Lilik hingga berhasil sekarang ini ini, membuat Calon DPD RI Nomor 24 Barlian saat kunjungan kerumah beliau mengaku mendapatkan inspirasi untuk disampaikan kepada warga lainnya. “Pak Lilik ini contoh petani yang berani mengambil keputusan untuk memaksimalkan potensi yang ada dilingkunganya, dan beliau memilih mengembangan pembesaran ternak sapi dengan mamanfaatkan limbah pertanian disekitar lingkunganya,” ujar Barlian kepada jurnalis belum lama ini.

Dijelaskan Barlian, selain mengembangkan limbah ternak untuk pupuk organic cair dan padat dari hasil pengembangan pembesaran sapi beliau sudah mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan. “Dari limbah dan kotoran sapi yang sudah menjadi pupuk organic saja yang sudah mencapai 3 ton perbulan itu dijual nya dengan harga Rp1000 per kilogram, sudah mendapatkan hasil, dan saat ini sudah ada pelanggan setia pupuk organic pak Lilik yakni para petani sawit dan petani karet di sekitar kecamatan  KDI, sehingga hasil dari kotoran sapi saja sudah mampu menyekolahkan anak dan bahkan menguliahkan anaknya,” kata dia.

Ini contoh yang sangat inspiratif namun saat ini masih skala kecil yakni kecamatan dan kebutuhan desa air sulau saja, belum dikembangkan untuk skala yang lebih luas. “Awalnya beliau mengembangkan pembesaran sapi dengan modal 6 (enam) ekor sapi pada 2013 lalu, dan saat ini sudah menjadi 24 ekor sapi yang sehat-sehat serta gemuk

Dilanjutkan Barlian, kesuksesan yang dicapai oleh Pak Lilik ini jika menjadi program dari pemerintah melalui SKPD yang menanganinya, tentu akan lebih maksimal lagi hasilnya. Dan Swasembada daging, jagung dan beras bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. “Sehingga kesejahteraan petani, peternak akan meningkat dengan sendirinya, serta saling menguntungkan,” kata dia.

Tinggal lagi bagaimana memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan beliau sebagai contoh petani yang berhasil jika menekuni pekerjaanya dengan maksimal. “Memang benar petuah orang tua dulu yang menyebutkan usaha tidak akan mengkhianati hasil,” singkat dia.

Sementara itu, Pak Lilik mengaku senang dengan kunjungan seorang calon senator DPD RI nomor 24 tersebut. “Alhamdulillah kami sangat senang mendapatkan kunjungan dari Calon DPD RI nomor 24 Barlian, karena selama ini belum ada caleg DPD RI yang berkunjung kesini dan menyaksikan secara langsung proses di peternakan saya, mudah-mudahan apa yang kita usahakan akan membuahkan hasil dan kesuksesan akan kita dapatkan dikemudian hari,” tutup dia. (hcr)