Bernazar Sumbang Beras Untuk Warga, Tukang Sadap Karet ini Nekad Mencaleg

Bengkulu Tengah Desa Ekonomi & Bisnis Featured Pertanian Politik Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Berawal dari kemiskinan dan kesulitan hidup yang dirasakan bahkan hanya untuk membeli beras saja begitu sulit, membuat Santi Isti Mewa (SIM) nekad mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakyat yang duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah. Santi Isti Mewa memilih partai Gerindra dari Dapil II Kecamatan Ponduk Kubang dan Pondok Kelapa nomor urut 6 sebagai kendaraan politiknya.

“Niat atau nazar saya kalau terpilih dan menjadi wakilnya di lembaga Legislatif, maka gaji saya akan saya belikan beras dan akan saya bagikan kepada warga di Daerah Pemilihan saya,” kata Santi Isti Mewa usai mengambil cetakan stikernya di Kota Bengkulu sumbangan para relawan yang terketuk hatinya untuk membantu memuluskan niatnya guna menjadi wakil rakyat di Bengkulu Tengah, Selasa (12/3).

Topher/RBO: Santi Isti Mewa keseharianya sebagai penyadap karet nekad mencaleg

Dikatakan Santi Isti Mewa yang akrap disapa San ini apa yang dia alaminya terhadap kesulitan untuk mendapatkan beras karena tidak ada uang untuk membelinya, dipastikan banyak juga dialami oleh warga lainnya di desa.

“Saya yakin apa yang saya alami ini bukan hanya saya sendiri, lebih-lebih zaman sekarang ini dipastikan bayak warga lain juga mengalami nasib serupa,” ujar si penyadap karet dengan hasil 10 Kg perhari ini.

Santi Isti Mewa yang lahir tepat 17 Agustus 1979 dan tamat SMA ini mengatakan niatnya yang sudah dianggapnya nazar ini sudah bulat dan akan dilaksanakan bila terpilih dan duduk menjadi anggota DPRD Bengkulu Tengah.

“Saya akan bagi gaji saya nanti dengan tiga bagian, kalau misalnya gaji saya Rp30 Juta, akan saya bagi tiga, bagian pertama Rp 10 Juta akan saya belikan beras dan akan saya bagikan ke warga, lalu Rp 10 juta berikutnya akan saya gunakan untuk keliling menemui warga dan menyerap aspirasinya, dan Rp 10 jutanya lagi akan saya berikan dengan istri saya untuk kebutuhan rumah tangga,” tutur pria yang juga upahan dodos sawit dan berkerja serabutan lainnya ini setelah usai nyadap karet dikebun miliknya.

San melanjutkan semua warga desa di dapilnya akan di berikan sumbangan beras sesuai dengan pembagian yang akan dibagi secara merata. “Saya tidak akan pilih kasih semua akan saya bagi beras tersebut kepada warga desa di dapil saya, secara bergiliran, supaya warga merasakan semua, kenapa beras, karena beras ini adalah makanan pokok dan semuanya bisa menikmatinya, itu sudah niat dan nazar saya,” jelas pria yang memiliki kebun karet alam seluas satu hektar ini.

Santi Isti Mewa caleg Dapil II, kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa dari Partai Gerindra nomor urut 6

Selain itu nazar ingin bagikan beras kepada warga lainnya, niat San yang lainnya adalah ingin memberangkatkan Umroh Bapak dan Ibu serta mertuanya ke tanah suci, ini sudah niat sejak lama, makanya jika tidak nekad mencaleg maka dirasa akan sulit terealisasi niat tersebut. “Niat saya yang kedua adalah ingin memberangkatkan umroh orang tua dan mertua saya ke tanah suci, karena kalau berangkat haji mungkin harus antri panjang dan itu bertahun-tahun makanya saya pilih jalur umroh yang cepat, sebab usia orang tua dan mertua saya sudah tua, saya ingin berbakti kepada mereka,” kata ayah empat orang anak yang masih sekolah serta suami dari Jasma Yuli Salfia (panggilan Yuli) seorang ibu rumah tangga dan juga mendapatkan bantuan pemerintah melalui program PKH ini.

Diakuinya mengenai pengalaman dalam bidang politik memang masih sangat minim, namun Santi Isti Mewa ini memiliki segudang pengalaman dalam menyukseskan seseorang saat mencalonkan diri. “Saya sudah berkali-kali menjadi tim sukses, mulai dari tingkat paling bawah (desa) sampai kepada tingkat presiden, tentu saja diwilayah kecamatan saya, dan Alhamdulillah kebanyakan yang saya bantu berhasil,” kata Caleg nomor 6 yang juga menjabat sebagai Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Pondok Kubang tersebut.

Selain dua alasan diatas Santi Isti Mewa juga memiliki alasan lainnya yakni ingin dikenang sebagai wakil rakyat yang berasal dari petani dan berjuang atas nama petani. Karena kita hidup tidak akan abadi dan kita pasti akan meninggalkan harta benda serta keluarga kita, kalau budi baik akan dikenang terus oleh warga.

“Makanya saya buat tage line “Anak Tani Ingin Mengabdi, Maju bersama mengangkat derajad petani dan buruh, agar bisa maju bersama,” tutup Pria asli kelahiran Desa Baturaja, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, 17 Agustus 1979 silam. (hcr)

Data Diri

Nama: Santi Isti Mewa (San)
TTL: Desa Baturaja Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah 17 Agustus 1979.
Nama Istri: Jasma Yuli Salfia (Yuli)
Alamat Tinggal: Dusun 3 RT 2, Desa Baturaja, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Agama: Islam
Anak : 4 orang
Motto: Anak Tani Ingin Mengabdi, Maju bersama mengangkat derajad petani dan buruh

Pengalaman Organisasi:
– Ketua PAC Gerindra Kecamatan Pondok Kubang
– Calon Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah partai Gerindra dari Dapil II, Kecamatan Pondok Kubang, Pondok Kelapa nomor urut 6.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *