/300 Tahun Kota Bengkulu, Jalan Kedondong Masih Semrawut, Sampah Masih Jadi Masalah

300 Tahun Kota Bengkulu, Jalan Kedondong Masih Semrawut, Sampah Masih Jadi Masalah

RBO, BENGKULU – Kendati sudah berusia 300 tahun Kota Bengkulu, namun hingga saat ini, salah satu pasar tradisional percontohan terbesar Kota Bengkulu, khususnya Jalan Kedondong Pasar Panorama masih semrawut. Hal ini terlihat setiap pagi dan sore hari diruas Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing Panorama.

Helmi – Dedy

“Kalau tidak salah sekarang HUT Kota Bengkulu yang ke 300 tahun, tapi kenapa kok Jalan Kedondong Pasar Panorama ini masih semrawut juga,” ungkap Rahmad Widodo, salah seorang warga Kota Bengkulu saat sedang berada di kawasan Pasar Panorama, Minggu (17/3).

Dikatakan oleh Rahmad, sebenarnya dengan usia Kota Bengkulu yang sudah memasuki tiga abad ini, kondisi pasar khususnya sudah tertata dengan rapi. “Kenapa kok pedagang kaki lima masih saja dibiarkan berjualan membuka lapak sampai ke badan jalan. Semestinya para pedagang itu ditata berjualan didalam pasar agar tidak membuat jalan menjadi macet,” katanya.

Adapun dalam usia Kota Bengkulu saat ini, Rahmad berharap Kota Bengkulu bisa lebih berbenah diri dan menjadi kota yang bagus dan bersih. “Harapan saya, Kota Bengkulu bisa lebih tertata dan rapi. Percuma saja, kita religius kalau kota kita masih semrawut,” harapnya.

Selain itu, Desi, salah seorang ibu rumah tangga dari Perumnas Lingkar Timur, dia menambahkan, untuk menertibkan PKL di Jalan Kedondong ini nampaknya memang setiap hari harus dilakukan pengawasan. “Memang nampaknya aparat Satpol PP setiap hari harus ada dilokasi Jalan Kedondong dan memperingatkan pedagang yang berjualan diatas badan jalan,” usulnya. (idn)