Barlian Berpotensi Jadi Kuda Hitam Untuk DPD RI

Daerah Desa Featured Lebong Lingkungan Nasional Pemda Provinsi Politik Rejang Lebong Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Pergerakan Politik di Provinsi Bengkulu ini sebenarnya sangat dinamis, namun ada beberapa hal yang membuat seorang calon memiliki ke unggulan dan keuntungan dengan pergerakan yang dilakukannya dibandingkan calon lainnya.

Saat ini yang menjadi anggota DPD RI Dari Dapil Bengkulu adalah, Ahmad Kanedi, M. Saleh, Eni Khairani dan Riri Damayanti. Kecuali M. Saleh mereka semuanya kembali mencalonkan diri untuk berjuang kesenayan.

Pengamat Politik dari Universitas Bengkulu, Dr. Panji Suminar, MA mengatakan bukan perkara mudah bagi mereka (petahana) untuk kembali meraih kursi DPD RI kembali, sebab calon-calon DPD lainnya juga memiliki potensi untuk menang dengan pola serta strategi politik yang dilakukannya saat ini cukup unik.

Berdasarkan pengalaman untuk calon DPD itu kerapkali kurang diperhatikan pemilih. Pemilih malah sibuk dengan pilihan calon anggota DPRD Kabupaten/kota dan Provinsi.

Apalagi hanya mengandalkan sosialisasi melalui baliho dan atau spanduk yang dipasang dipinggir-pinggir jalan, sulit sampai kepada masyarakat pemilih. Akan tetapi yang lebih efektif adalah calon tersebut berkunjung kedesa-desa dan bertemu langsung dengan calon pemilihnya. “Saya kira sosialisasi yang paling efektif adalah dengan berkunjung langsung ke desa-desa dan bertemu dengan calon pemilihnya, hal ini akan memberikan dampak yang baik dan signifikan, selain sosialisasi juga masyarakat pemilih akan mengenal langsung calon yang bersangkutan,” kata dia kepada jurnalis, Kamis (21/3).

Dikatakan Panji, mungkin saja dengan keterbatasan sumberdaya yang dimilikinya tidak setiap calon DPD mampu melakukan kunjungan langsung kedesa-desa apalagi desa yang cukup terpencil. “Saya melihat hanya beberapa calon DPD sejak awal, melakukan kunjungan langsung ke desa, mungkin saja mereka kekurangan sumberdaya atau ingin dikenal langsung oleh konstituennya, Namun langkah tersebut efektif bila dilakukan dengan konsisten, karena memudahkan pemilih untuk memilihnya, setidaknya pemilih memiliki alasan untuk menjatuhkan pilihan kepada si Calon DPD tersebut,” kata dia.

Selain itu, Dr. Panji mengatakan dengan kunjungan langsung ke desa, apalagi desa tersebut terpencil dan belum pernah dikunjungi oleh calon lainnya akan bedampak pada top of mind (langsung di ingat atau langsung terpikir) ketika akan melakukan seseuatu. “Keuntungan bagi calon tersebut adalah top of mind calon pemilih sudah dapat dipastikan akan memilih calon yang pernah menyapa dan bersentuhan dengan mereka,” kata dia.

Panji menyebutkan jika mengamati pergerakan caleg, melalui media massa dan media social serta pergerakan si calon tersebut, sepertinya Barlian berpotensi menjadi kuda hitam untuk DPD RI. “Saya melihat misalnya Barlian, beliau cukup rajin melakukan kunjungan ke desa-desa yang terpencil dan sepertinya sangat sulit aksesnya, berdasarkan postingannya di media social, dan saya mengapresiasi strategi yang dilakukannya,” jelas dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasikan kepada calon DPD RI nomor 24, Barlian mengakui sejak awal dirinya melakukan gerilya dan bertemu langsung dengan masyarakat calon pemilih. “Sejak pertengahan bulan November 2018 saya melakukan gerilya ke desa untuk beretemu langsung dengan masyarakat, bahkan hingga pertengahan bulan Maret ini sudah melakukan kunjungan ke 514 Desa yang ada dipelosok Provinsi Bengkulu,” kata dia.

Alhamdulillah respon masyarakat pemilih yang dikunjungi cukup baik, bahkan di beberapa desa mendapatkan sambutan yang luar biasa. “Kunjungan ke Desa Sungai Lisai, dan beberapa desa lainnya cukup berkesan bagi saya, karena sambutan masyarakat disana dan kemandirian masyarakatnya sangat baik dan bahkan kita harus belajar dari mereka,” kata dia.

Khususnya untuk masyarakat Desa Sungai Lisai, mereka mandiri dan mampu berswasembada pangan. “Saya mengapresiasi kemandirian masyarakat desa Sungai Lisai, mereka mampu berswasembada pangan, bahkan stok pangan (beras) mereka cukup untuk satu tahun, hal ini mengindikasikan jika mereka tidak kekurangan pangan,” kata dia sembari mangetakan Desa Sungai Lisai ini berada didalam Taman Nasional Kerici Sebelat (TNKS) dan mereka mampu mandiri. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *