Mengungkap Sehari 3 Bocah Tewas Tenggelam

Featured Hukum & Kriminal Kota Bengkulu Peristiwa

Penghafal Alquran dan Sudah Ada Tanda-Tanda

RBO, BENGKULU – Ini peristiwa pilu. Sehari tiga anak di bawah umur meninggal akibat tercebur di kolam. Apa saja kisah-kisahnya dan mengapa itu terjadi?

      Shobirin ayah korban saat ditemui Harian RADAR BENGKULU kemarin Kamis (21/03)  ikhlas dengan kepergian kedua anaknya itu. Kejadian yang menimpa dua anak ustadz Shobirin warga Perumahan Griya Asri Blok 14 RT 27 Nomor 1 Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu. Dimana keduanya anak bernama Syeh Muhammad Malik Ibrahim (9) dan Syeh Muhammad Al Bukhori (6) pelajar di Kota Bengkulu ini tenggalam akibat bermain di kolam buatan yang tak jauh dari perumahan mereka.

      “Mungkin ini sudah menjadi takdir saya, harus menerima ikhlas dan mencoba kesabaran ini,” terangnya.

      Kedua anaknya itu dari lima saudara, sebelum peristiwa ini terjadi. Kedua anaknya sempat hendak memakai baju yang sama. Selain itu hendak tidur bersama kedua orang tuanya. Dirinya pun tidak menyangka, jika sebelum itu sempat mengaji bersama. Bahkan keduanya berniat untuk ikut pendidikan di pesantren.

      Menariknya lagi, kedua anak korban ini sempat hafal Alquran. “Sebelum empat hari meninggal mereka ini sempat hafal Alquran, inilah yang saya ingat,” tambahnya.

       Kedua anak tersebut dinyatakan meninggal ketika, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara hingga sore harinya keduanya menghembuskan nafas terakhir. Dirinya pun meminta ke pihak perumahan PT Siguring agar mengatisipasi kolam buatan tersebut agar tidak memakan korban lagi.

“Kita minta agar kolam buatan tempat bermain anak itu, agar ditimbun dengan tanah. Agar tidak memakan korban lagi,” imbuhnya.

             Korban lainnya bernama Wildan (1) warga Keluarahan Bumi Ayu RT 10 RW 02 Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Diketahui korban tenggelam di kolam ikan disamping kiri belakang kediamannya.

      Kronologisnya, Rabu (20/03)  baru diketahui sekira pukul 14.00 WIB dari informasi kedua orang tua korban. Aditia keluar sedangkan kedua orang tuanya tertidur,  hal ini baru diketahui saudara kakaknya Aditia (6) menanyakan keberadaan adiknya itu. Merasa cemas akhirnya ayah korban Krida Setiawan (30) mencari keberadaan anak kandungnya itu.  Hingga keluar bersama Ketua RT Indayo (40) melihat korban sudah mengapung di kolam ikan tersebut.

“Saya saat itu tertidur, anak saya keluar main bersama kawannya,” ujar orang tua korban.

Hingga dibawa ke rumah sakit M Yunus sayangnya korban tidak dapat diselamatkan kembali. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *