Disetujui, Bank Bengkulu jadi Bank Bengkulu Syariah

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

Bank Bengkulu Raup  Laba Rp 107,6 Miliar

RBO >>  BENGKULU >> Bank Bengkulu (BB) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2018 di Aula Lantai 7 Graha Bank Bengkulu kemarin. Pada RUPS ini dihadiri oleh pemegang saham mulai dari Gubernur, seluruh Bupati dan Walikota Bengkulu atau yang mewakili, Dewan Komisaris dan Direksi Bank Bengkulu.

Rapat Umum Pemegang Saham ini merupakan agenda Tahunan guna membahas dan mengesahkan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik yang merupakan Laporan Pertanggungjawaban Direksi PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu berupa Neraca dan Laporan Rugi Laba.

Beberapa agenda rapat yang telah disepakati pada acara tersebut diantaranya laporan kinerja operasional Bank Bengkulu Tahun Buku 2018, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2018 yang  disampaikan langsung oleh Dewan Komisaris.

Hasil RUPS secara garis besar disampaikan oleh Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah, bahwa Kuputusan RUPS diantaranya menerima laporan kinerja Bank Bengkulu dan pengawasan, Konversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, komitmen dari Pemegang Saham dengan meningkatkan penyertaan modalnya untuk menjadikan Bank Bengkulu menjadi Bank Buku 2.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang Komisaris Bank Bengkulu, Drs. Ismai Ishak, M.Bus, Ph.D bahwa menurutnya dengan keputusan yang dihasilkan dari RUPS bahwa semua pemegang saham setuju dalam penambahan modal dalam waktu 2 tahun untuk mencukupi 1 Triliun, sehingga Bank Bengkulu menjadi Bank kategori Buku 2. Selain itu, kesiapan dalam perubahan dari bank konvensional menjadi Bank Syariah yang butuh tahapan dan waktu secepatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Bank Bengkulu, H. Agusalim juga menyampaikan bahwa dengan adanya kesepakatan dari pemegang saham untuk mengkonversi Bank Konvensional menjadi Bank Syariah bisa dilakukan. Karena, sudah ada contoh beberapa bank seperti Bank Aceh Syariah, NTB Syariah, Bank Kepri dan Bank Nagari sudah menuju Bank Syariah. Dimana coorbisnisnya sama dengan Bank Bengkulu.

Dengan adanya contoh tersebut, bisa mencontoh dan memodifikasinya, sehingga lebih baik. Dengan adanya perubahana coorbisnis menjadi Syariah, ini akan merubah  logo dan lainnya. Terutama SDM yang nantinya menyesuaikan dengan syariah.

Ditambahkannya, untuk keuntungan Bank Bengkulu Tahun 2018 ada pertumbuhan sebesar 30%. Namun dengan adanya aturan OJK mengenai amortisasi harus dikembalikan ke nasabah, maka hal tersebut akan mengurangi laba secara signifikan.

Dalam perkembangannya, Bank Bengkulu Tahun Buku 2018 menorehkan hasil yang memuaskan stake holdernya. Diantaranya, total aset Bank Bengkulu posisi 31 Desember 2018 tumbuh sebesar 100,48 % atau menjadi Rp 5.893 Miliar ditahun 2018 dari Rp 5.865 Miliar di tahun 2017.

Pertumbuhan asset ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang diberikan sebesar 10,62 % di akhir Desember 2018. Selain itu juga untuk Dana Pihak Ketiga, pada akhir tahun 2018 Bank Bengkulu mampu melakukan penghimpunan dana pihak ketiga dalam bentuk giro, tabungan dan deposito mencapai sebesar Rp 4.394 Miliar.

Untuk Kredit yang diberikan Bank Bengkulu sampai akhir tahun 2018 sebesar Rp 4.583 Miliar, meningkat sebesar Rp 440 Miliar atau sebesar 10,62% dari posisi tahun 2017 sebesar Rp 4.144 Miliar dengan rincian komposisi Kredit Produktif sebesar 17,14%, Kredit Modal Kerja mencapai Rp 447 miliar, Kredit Konsumsi tumbuh menjadi Rp 3.798 miliar.

Dengan hasil tersebut, pencapaian kinerja Bank Bengkulu tahun 2018 berhasil membukukan Laba sebelum pajak sebesar Rp 107,6 Miliar.  Sedangkan Laba bersih Bank Bengkulu tahun 2018 sebesar Rp 76 Miliar.

Dari hasil pemeriksaan Laporan Keuangan dari Kantor Akuntan Publik Drs. Bambang Sudaryono & Rekan yang dituangkan dalam Laporan Auditor dinyatakan bahwa Laporan Keuangan Bank Bengkulu menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu tanggal 31 Desember 2018, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Ada hal yang mengggembirakan. Yakni, penyaluran dana CSR dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan untuk tahun 2018 adalah sebesar Rp 3.796.373.809. Sehingga dipastikan sebelumnya 3% dari keuntungan menjadi 5% dari keuntungan akan dibagikan melalui CSR Bank Bengkulu kepada masyarakat Bengkulu.

Adapun Program BaBe Probiling yang dilaksanakan dalam rangka membantu percepatan pertumbuhan perekonomian daerah kemitraan dengan pelaku ekonomi mikro Per 31 Desember 2018 sudah terealisasi Rp 735.000.000,- (Tujuh ratus tiga puluh lima juta rupiah) kepada 75 pelaku usaha kecil di seluruh Provinsi Bengkulu.
Perkembangan Bank Bengkulu tidak terlepas dari dukungan yang sangat kuat, arahan dan kepercayaan seluruh para pemegang saham (shareholder), sehingga kepercayaan kepada segenap pengurus menjadi latar belakang dan cikal bakal dalam melakukan kebijakan dan pengembangan bisnis perbankan.(ae-4 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *