Alat Tangkap Memang Tidak Sesuai Harapan Nelayan

Featured Pemda Provinsi Peristiwa

Soal Konflik Nelayan, Jangan Main Hakim Sendiri

 

RBO >> BENGKULU >> Soal konflik antara nelayan di perairan laut Bengkulu, Gubernur Dr H. Rohidin Mersyah meminta para nelayan, baik nelayan tradisional maupun nelayan modern jangan main hakim sendiri.
“Terkait konflik antar nelayan tersebut, Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah pada memposisikan untuk berdamai dan mencari solusi yang terbaik. Sekali lagi, ini satu langkah yang positif dan saya memang berharap jangan sekali lagi main hakim sendiri,” ungkap Gubernur saat ditanyai usai mengikuti kegiatan Pemilu Run Milenial KPU Provinsi dan KPU Kota Bengkulu di Jawasan Sport Center, Minggu (7/4).

Dijelaskan Rohidin, dalam menghadapi temuan oleh para nelayan, dia meminta dapat diselesaikan secara baik dan kalau ada yang melanggar berikan sanksi sesuai penegakkan hukum. “Sesuai penegakkan hukum secara tegas dan sekali lagi masing-masing jangan main hakim sendiri,” jelasnya.

Adapun terkait tuntutan nelayan untuk kebutuhan alat tangkap ikan pengganti trawl yang pernah dijanjikan sebelumnya oleh pihak kementerian, Rohidin menegaskan, dari tahun lalu  pihaknya sudah sampaikan.
“Dari tahun kemarin sudah kita sampaikan bahwa dari Mukomuko, Kota dan Seluma sudah kita ajak ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tapi memang tidak semua jenis alat tangkap itu memenuhi harapan nelayan. Maka tahun ini sudah kembali dianggarkan, pemerintah pusat juga sudah sangat care untuk itu dalam rangka menyediakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan,” tegas Rohidin.

Sebelumnya diketahui ada dua kelompok nelayan dari daerah Malabero Kota Bengkulu yang bentrok dilaut dengan nelayan dari kawasan Pulau Baai. Akibat bentrok tersebut, sebanyak 21 orang nelayan sempat diamankan oleh pihak aparat kepolisian Polda Bengkulu. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *