Doa Bersama, Gubernur Minta Pemilu Harus Berintegritas

Featured Pemda Provinsi Politik

Kapolda: Jangan Terpecah Belah

RBO  >> BENGKULU >>  Pada masa tenang, pihak penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu Minggu (14/4), mengadakan sosialisasi pemungutan suara, ikrar dan doa bersama. Acara itu melibatkan tokoh agama serta masyarakat, untuk Pemilu aman dan damai di Provinsi Bengkulu.

      Sosialisasi pemungutan suara, ikrar dan doa bersama tokoh agama serta masyarakat yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu ini, dihadiri unsur penyelenggara dan pengawas pemilu, Gubernur Bengkulu, Dr H. Rohidin Mersyah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, peserta pemilu, tokoh agama  dan tokoh masyarakat, para rektor dan instansi pemerintah, perwakilan pemilih millenial dan penyandang disabilitas yang ada di Bengkulu.

      Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengharapkan, pesta demokrasi 5 tahunan yang harus disambut dengan riang gembira dan berdaulat ini, jangan sampai tercederai oleh informasi hoaks, golput termasuk money politics.

      Selain itu diharapkan Gubernur, pelaksanaan Pemilu di Bengkulu ini, tidak sampai bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).  Termasuk mengajak bersama-sama mengawasi penyelenggaraan pesta demokrasi ini, bisa berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil benar-benar terwujud. Kendati diketahui tidak saja pihak penyelenggara maupun pengawas serta aparat keamanan, sejauh ini telah menjalankan tupoksinya dengan baik.

“Jika semua bisa berjalan, itu yang namanya pemilu berintegritas. Dan ini juga potret keberhasilan daerah ketika pemilu terselenggara dengan baik. Saya apresiasi kegiatan doa bersama dimasa tenang ini. Dengan harapan pemilu benar-benar berjalan aman dan damai dalam wilayah Bengkulu,” ungkap Gubernur.

      Sementara itu Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra S.Ag, MM menjelaskan, komitmen pemilu berintegritas merupakan harga mati. Karena standar etik penyelenggara pemilu sangat tinggi, sehingga sedikit saja kesalahan yang dilakukan bisa berdampak pada pemecatan.

      Oleh karena itu, proses pemungutan dan perhitungan suara yang tinggal hitungan hari ini, Irwan mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan sekaligus akan menjadi saksi sejarah dalam demokrasi di negeri ini, termasuk di Bengkulu.

“Momentum Pemilu serentak ini tidak boleh kita lewatkan. Meski tantangannya luar biasa, namun banyak pihak luar ingin menyaksikan secara langsung Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar, dan lebih diperhitungkan di dunia. Untuk itu diharapkan informasi hoaks agar bisa kita tangkal, dengan berdoa bersama-sama lintas agama, sehingga pelaksanaan Pemilu serentak ini benar-benar bisa berjalan aman dan damai,” terangnya.

      Dibagian lain, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Supratman menambahkan, sejauh ini kesiapan pihaknya yang diback up aparat TNI untuk pengamanan Pemilu serentak 17 April 2019, dengan telah menyebarkan pasukan di 6.165 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Artinya, masyarakat se Provinsi Bengkulu tidak perlu khawatir. Karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan diharapkan bisa berjalan aman serta lancar nantinya.

“Kami siap mengamankan jalannya penyelenggaraan Pemilu agar bisa berjalan aman, damai dan sejuk. Hanya saja saya ingatkan masyarakat jangan gara-gara Pemilu ini menjadi terpecah belah. Jika ada perbedaan pilihan, itu lah namanya demokrasi dalam Kebhinekaan,” tutup Kapolda. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *