Korban Kian Bertambah, Banjir Terparah Ditahun Ini

Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Pemda Provinsi Peristiwa Pertanian Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Banjir ditahun ini sedikitnya meraup korban mencapai 12 orang. Sementara itu 4 orang mengalami luka hingga saat ini 2 korban belum ditemukan (Lihat Grafis.red). Pemerintah jajaran pun terus memberikan bantuan sembako hingga tenda pengungsian. Ada terdapat tiga dapur umum di Kota Bengkulu.
Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar mengatakan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota dan Kabupaten, stakeholder terkait menangani bencana alam ini.
“Kita sudah koordinasi dengan jajaran BPBD Kota dan Kabupaten, agar melakukan komunikasi dengan stakeholder yang lain. Paling tidak memberikan pelayanan bagi korban,” terangnya kemarin Minggu (28/04).
Menurutnya, dibeberapa daerah dataran rendah saat ini termasuk daerah rawan bencana banjir. Rusdi pun menanggapi banjir ditahun ini termasuk terparah.
“Hampir rawan semua saat ini. Daerah kita ini dari Kota Bengkulu menuju Bengkulu Tengah dan Bengkulu Selatan hampir parah. Personel yang diturunkan untuk dapur umum mengoperasikan perahu karet sudah kita turunkan,” tambahnya.
Saat ini beberapa daerah telah mendirikan posko bagi bantuan masyarakat yang terkena banjir. Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti mengatakan, beberapa infrastruktur yang darurat akan diperbaiki secepatnya.
“Kita akan menyalurkan bantuan ke posko hingga bantuan sembako. Selain itu infrastruktur yang mengalami darurat kerusakan itu akan kita upayakan pembangunan selanjutnya,” terangnya. Menurutnya, ada beberapa jembatan rusak akibat banjir hingga tanah longsor ini. Sementara itu khusus untuk didaerah Kota Bengkulu sedikitnya 900 lebih rumah tergenang air. “Ada beberapa jembatan yang menjadi perhatian. Untuk banjir di Kota saat ini dikawasan Kelurahan Bentiring, Tanjung Agung dan Rawa Makmur. Ada sekitar 900 rumah menjadi korban akibat bencana ini,” katanya.
Masih kata Nopian, pihaknya mengimbau terhadap orang tua agar terus memantau anak mereka. Karena peristiwa meninggal dua anak saat bermain dikawasan banjir menjadi perhatian bersama.
“Kita mengimbau kepada orang tua, agar menjaga anaknya karena saat ini terjadi banjir. Jangan beri kesempatan bagi anak keluar bermain ditempat genangan banjir,” pungkasnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *