Gawat, Bisa-Bisa Rasa Empek-Empek Kurang Sedap, Akibat Bawang Mahal

Ekonomi & Bisnis Featured Mukomuko Pertanian Sosial & Budaya

RBO, MUKOMUKO – Makanan asal Palembang, empek-empek sudah dicintai masyarakat nyaris di seluruh pelosok Indonesia, termasuk masyarakat Mukomuko. Empek-empek menjadi salah satu menu favorit buka puasa saat Bulan Ramadan.

Empek-empek terbuat dari adonan tepung sagu, ikan giling, bawang putih, garam ditambah penyedap rasa. Berbagai bahan itu, harus seimbang jika mau menghasilkan empek-empek yang lezat.

Sayangnya, saat ini salah satu bahan empek-empek ini yakni bawang putih harganya “selangit”. Dipasaran harga bawang putih saat ini Rp 90.000 per kg. Padahal bawang putih merupakan salah satu bahan utama pembuatan empek-empek.

Berdasarkan penjelasan Yani (28) Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Bandaratu, perbandingan tepung sagu, ikan giling dengan bawang putih satu berbanding sepuluh.

“Kalau tepung sagunya 1 kg, ikan giling 1 kg, bawangnya paling 1 ons. Belum lagi bawang juga dibutuhkan banyak untuk pembuatan cuka (kuah),” ujar Yani.

Jika para pencinta empek-empek mau mempertahankan rasa, secara otomatis harus mengeluarkan biaya lebih besar, setidaknya saat ini harga bawang putih yang melambung sampai empat kali lipat dari harga biasanya.

“Kalau Harga biasanya Rp 20.000 per kg. Sekarang sudah Rp 90.000 bahkan kabarnya sedang ada yang Rp 100 ribu per kg. Kalau anggran untuk membuat empek-empek ini terbatas, kemungkinan rasanya kurang sedap, kurang bawang. Kalau untuk dikonsumsi sendiri enak bisa tambah modal sedikit, kalau untuk dijual lagi, bisa-bisa tak dapat untung. Kalau harga tepung dan ikan masih relatif stabil,” keluh Yani. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *