Jamaah Sayangkan Air Wudhu Mesjid Agung Baitul Huda “Kering”

Featured Mukomuko Sosial & Budaya

Kabag Kesra: Memang Belum Ada Anggran dari Pemkab

RBO, MUKOMUKO – Ada-ada saja. Diduga air di tempat wudhu di Mesjid Agung Baitul Huda Kabupaten Mukomuko tidak mengalir alias kering pada Senin malam (6/5), tepatnya pada saat sebelum pelaksanaan Ibadah Shalat Isya dan Tarawih. Ini diketahui setelah akun bernama M. Toha memosting kejadian tersebut di akun facebooknya.

Ketika dikonfirmasi, M. Toha yang juga Sekretaris LSM LP-KPK Kabupaten Mukomuko membenarkan peristiwa tersebut. Akibat air tidak mengalir di keran tampat wudhu, puluhan jamaah terpaksa pindah ke Mesjid lain.

Ia juga menyayangkan kejadian itu bisa terjadi di Mesjid megah bahkan termegah di Kabupaten Mukomuko. Ia juga mempertanyakan managemen pengelolaan Mesjid yang dibangun oleh Pemkab Mukomuko dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Huda-Haidir sekarang ini. Dan baru resmi digunakan pada tahun ini. “Saya termasuk jamaah yang pindah mesjid. Mulanya saya mau tarawih di Mesjid Agung, karena kejadian itu saya pindah ke Mesjid Muhammadiyah Bandaratu. Puluhan jamaah lain juga banyak yang pindah ke Mesjid lain. Mungkin mereka belum wudhu dirumah atau batal dijalan, gak bisa wudhu karena air tidak ngalir,” beber Toha dikonfirmasi Selasa (7/5).

Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Menurutnya, akan banyak pihak menyoroti jika hal serupa terulang. Hal itu lantaran Mesjid tersebut merupakan mesjid paling besar dan paling megah di Kapuang Sati Ratau Batuah dan dibangun dengan miliaran rupiah uang rakyat.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Yang menjadi pertanyaan kami pengelolaanya gimana? Sudah dibentuk apa belum,” kata Toha.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Mukomuko, Media Hartono mengatakan, biaya pengelolaan Mesjid Agung Baitul Huda untuk sementara waktu memang belum ada dianggarkan di APBD Mukomuko. Baru akan diajukan pada APBD tahun mendatang.

“Jadi pengelolaanya itu sudah dibentuk pengurus. Pak Arinal Basri Asisten III itu Imamnya atau Ketua dan Pak Ansori Sekretaris. Dan Mesjid Agung inikan milik umat, yang mengurus seharusnya semua umat Muslim,” singkatnya.

Dikonfirmasi kepada pengurus Mesjid. Sekretaris, Drs. Ansori menuturkan, untuk biaya pengelolaan Mesjid sementara ini dari Jamaah untuk Jamaah. Apapun biaya yang dikeluarkan untuk keperluan mesjid dalam hal ini keperluan jamaah yang melaksanakan ibadah di Mesjid Agung ini, dana bersumber dari zakat dari jamaah.

“Kalau biaya pengelolaan dari APBD memang belum ada,” ujarnya.

Mengenai kronologis kejadian air wudhu yang sempat kering itu, ia tidak mengetahui pasti. Sepengetahuannya air di Mesjid Agung itu dalam kondisi lancar, pasalnya pihaknya telah memasang mesin otomatis. Katanya, jika memang itu terjadi, akan menjadi bahan evaluasi dan segera diperbaiki.

“Kalau sekarang airnya lancar-lancar saja,” pungkas Ansori. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *