Ketum Gapabara Minta Perhatikan Nasib Sopir

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Pemda Provinsi Sosial & Budaya

Yurman Hamedi : Ada Ribuan Sopir di Bengkulu

RBO, BENGKULU – Ketua Umum (Ketum) Gabungan Pengusaha Batu Bara (Gapabara) Provinsi Bengkulu, H. Yurman Hamedi S.Ip mengungkapkan, ada fenomena yang tidak lazim terjadi di Bengkulu saat ini. Dan hal itu berkaitan dengan nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya sebagai sopir. “Kalau kita lihat saat ini, dari hampir seluruh SPBU, itu selalu terjadi antrean kendaraaan yang panjang. Bahkan tidak jarang kendaraan harus menginap di SPBU. Ini tentu berdampak terhadap nasib para sopir yang ada di Provinsi Bengkulu. Dengan lamanya mereka antre guna mendapatkan BBM di SPBU, tentu berdampak terhadap pendapatan mereka. Dimana penghasilan sopir ini pada dasarnya bergantung dengan hasil tarikan mereka setiap hari. Kalau antre di SPBU saja sudah seharian, bagaimana mereka mau kejar setoran. Dan saya melihat dengan kondisi seperti ini tentu sangat menyedihkan nasib para sopir tersebut,” ungkap Yurman Hamedi, Jumat (24/5).
Apalagi, lanjutnya, saat ini jelang lebaran. Bukan hanya sopir angkutan batu bara, sopir bus atau sopir kendaraan besar lainnya. Para sopir angkot, sopir angdes pun terdampak dengan kondisi yang ada saat ini. “Apakah pemerintah tutup mata atas kondisi yang seperti itu? Seharusnya pemerintah dapat mengambil kebijakan dan membuat keputusan. Ada ribuan sopir kita di Bengkulu ini dari 10 daerah kabupaten/kota, ribuan anak istri mereka yang menggantungkan harapan ditangan suaminya yang bekerja sebagai sopir. Dan ini tentu menjadi masalah besar menurut saya. Selain itu, kepada para wakil rakyat yang duduk saat ini, mereka juga sudah selayaknya ikut memperjuangkan nasib para sopir ini. Jangan saat pemilu saja ingin suara mereka. Tapi saat seperti ini sangat dibutuhkan bantuan para wakil rakyat tersebut,” jelas Yurman.
Yurman yang juga Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu dan salah satu Calon anggota Dewan Provinsi Bengkulu terpilih mengatakan, dia sangat sedih. Karena dari masukan dan curhat yang disampaikan oleh para sopir kepadanya, mayoritas keluhan mereka sama. “Memang kita ada Organda, tapi kurang begitu memperjuangkan nasib para sopir. Kedepan saya akan membentuk organisasi yang akan konsen membantu memperjuangkan nasib para sopir di Bengkulu. Seluruh sopir nanti akan kita akomodir dalam organisasi tersebut. Dan ketika saya dilantik menjadi anggota dewan Provinsi Bengkulu nanti, persoalan ini salah satu prioritas yang akan saya perjuangkan,” tegas Yurman. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *