Lebaran, Bulog Jamin Stok Beras dan Bapok Aman

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Menghadapi Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019, pihak Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu menyebutkan, ketersediaan beras dan bahan kebutuhan pokok (bapok) lainnya aman untuk masyarakat Provinsi Bengkulu.
Dari sisi ketersediaan untuk beras, dikatakan Kepala Bulog Divre Bengkulu Defrizal SE, stok yang ada saat ini sekitar 6 ribu 400 ton. Dari jumlah tersebut mencukupi untuk lebih 6 bulan kedepan. Bahkan usai lebaran Idul Fitri ini akan kembali masuk lagi sebanyak 1.000 ton.
“Dari persediaan stok beras jenis medium yang ada sekarang saja sudah cukup untuk lebih enam bulan mendatang. Apalagi jika ditambah lagi seribu ton. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok yang tersimpan di setiap gudang Bulog se Provinsi Bengkulu,” ujarnya, Rabu, (29/5).

Selain itu untuk komoditi lain, antara lain gula, dijelaskan, saat ini ada sekitar 200 ton tersimpan di gudang dan karena kebutuhan masyarakat terhadap gula semakin meningkat di bulan puasa, bahkan hingga lebaran nanti, pihaknya sudah menyebarkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), kegiatan Operasi Pasar (OP) dan sejumlah distributor yang ada di Bengkulu.
“Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga gula, kita juga sudah menambah stok. Sehingga persediaan yang ada mencapai 200 ton lebih. Kita juga siapkan cadangan sekitar 30 sampai 40 ton gula untuk keperluan masyarakat usai lebaran nanti,” terangnya.

Disamping itu untuk minyak goreng, ditambahkan, pihaknya masih ada stok sekitar 3.960 liter dan diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat menghadapi lebaran.
“Saya lihat permintaan masyarakat terhadap minyak tidak terlalu banyak dan harganya juga relatif stabil,” ucapnya.
Lebih jauh untuk harga jual bapok yang ada di Bulog, dipastikannya dibawah harga pasar. Seperti, harga gula sebesar Rp 11 ribu perkilogram atau dibawah harga pasar. Sedangkan untuk beras harga jualnya Rp 9.375,- perkilogram.
“Harga kita pasti dibawah harga pasar. Dicontohkan, gula sebagian besar dijual di harga Rp 12.500,- perkilogramnya. Sedangkan beras untuk kegiatan OP setiap harinya kita distribusikan mencapai 2 sampai 3 ton,” pungkasnya.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *